Bayi Solo Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Orang Tua: Bisa Bertahan Saja Sudah Keajaiban
Suami istri asal Sidorejo RT 001/RW 001 Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Syarifudin Hidayatullah, 31, dan Ayu Endang Pujiati, 29, mendampingi putra kedua mereka, Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah, Kamis (4/3/2021) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Orang tua Muhammad Arkan Naufal Hidayatulah, bayi laki-laki berusia 11 hari asal Solo yang lahir tanpa tempurung kepala hanya bisa berharap pada keajaiban untuk anak mereka.

Sebab menurut keterangan dokter belum pernah ada tindakan medis yang bisa dilakukan untuk bayi yang mengalami kelainan tak memiliki tempurung kepala. Bahkan dalam beberapa kejadian, bayi tanpa tempurung kepala meninggal dunia satu hingga dua jam setelah dilahirkan.

“Dokter menyerahkan kepada kami. Ia bilang kami sudah tahu risikonya. Bayi seperti ini lahir satu hingga dua jam biasanya meninggal dunia. Kalau nanti tetap hidup itu sudah termasuk keajaiban dari Tuhan,” tutur ayah Arkan, Syarifudin Hidayatullah, 31, saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Titik Api Diam di Puncak Merapi Terpantau dari KRB III Wilayah Klaten, Pertanda Erupsi?

Warga Mangkubumen, Banjarsari, Solo, mengaku sudah tahu tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan terhadap bayi tanpa tempurung kepala seperti Arkan. Kondisi tersebut sudah disadari Syarifudin dan istrinya, Ayu Endang Pujiati, 29, sejak Arkan masih berusia empat bulan dalam kandungan.

Ketika itu kelainan Arkan sudah terdeteksi lewat pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. “Tapi ada anak teman saya kondisinya juga seperti ini dan bertahan hingga kini usianya tujuh tahun. Jadi semua kami kembalikan kepada Allah SWT mana yang terbaik,” katanya.

7 Hari Di Rumah Sakit

Syarifudin dan Ayu pun menyerahkan sepenuhnya kondisi Arkan kepada Sang Pencipta. Mereka tidak ingin melawan takdir Tuhan dengan meminta sesuatu yang bukan pilihan terbaik bagi putra kedua mereka itu. “Kami tidak memaksakan kepada anak saya,” urainya.

Baca Juga: Ayah Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Pilih Tak Bekerja Demi Dampingi Anak

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah lahir pada 22 Februari 2021 di RS Brayat Minulya Solo secara sesar dengan kondisi tanpa tempurung kepala. Setelah dirawat tujuh hari di rumah sakit, orang tuanya membawa Arkan pulang ke rumah pada Senin (1/3/2021).

Sejak itu Arkan dirawat sendiri oleh orang tuanya dengan mendapat bantuan oksigen, pencahayaan untuk penghangat tubuh, hingga selang untuk minum susu. Syarifudin dan Ayu juga memasang kasa dan cairan NaCl untuk mencegah terjadinya infeksi di kepala Arkan.

“Soalnya gampang banget terinfeksi karena tidak ada tempurung kepalanya. Dia langsung otak, menyentuh bagian luar. Jadi riskan banget, kasihan,” ujarnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom