Bayi Ini Membengkak Dua Kali Lipat Setelah Diolesi Krim Steroid
Bayi setelah diolesi krim steroid. (The Sun)

Solopos.com, BEIJING — Seorang ibu di China ketakutan setelah bayinya mengalami pembengkakan dan tumbuh rambut di wajahnya. Ini akibat krim steroid yang dioleskan untuk kulit kering bayinya. Menurut laporan, orang tua dari bayi lima bulan itu, mencari perawatan medis setelah beratnya membengkak menjadi 11 kg.

Melansir The Sun, Selasa (12/1/2021) setelah orang tua bayi itu membawanya ke rumah sakit setempat, dokter menjalankan serangkaian tes, untuk mengetahui kenaikan berat badan bayi itu secara tiba-tiba.

Baca Juga: Gibran Maju Pilkada DKI Jakarta? Begini Komentar Politikus PSI Giring Ganesha

Petugas medis mengaku bingung setelah orang tuanya mengatakan satu-satunya makanan yang mereka berikan adalah ASI, yang diuji dan ternyata normal.
Dokter kemudian menyarankan orang tua bayi itu untuk mengurangi asupan makanan bayinya. Namun sebulan kemudian, masalahnya jauh lebih buruk. Bayi kecil itu membangkak menjadi dua kali lipat ukurannya dan memiliki rambut hitam di dahi dan pipinya.

Setelah kunjungan keduanya ke rumah sakit, bayi tersebut dipindahkan ke unit spesialis di mana seorang perawat mencatat bahwa empat bayi lain menderita gejala yang sama.

Perawat kemudian bertanya kepada ibunya, apakah dia menggunkaan krim Yufilin pada putrinya, yang ia gunakan untuk merawat kulit kering putrinya.

Pemeriksaan selanjutnya dari produk tersebut ternyata mengandung 30 mg clobetasol propionate, yang menurut para dokter seharusnya hanya digunakan untuk waktu yang singkat.

Baca Juga: Tensi Sempat Tinggi, Wali Kota Solo Akhirnya Disuntik Vaksin Sinovac

Tak Tau Efek Samping

Bayi berusia lima bulan itu, telah diberi produk tersebut selama minimal dua bulan sebelum orang tuanya menyadari efek sampingnya. Ini dikarenakan hormon yang diserapnya akan sulit dikeluarkan dan pertumbuhan rambut, mungkin membutuhkan waktu beberapa tahun untuk rontok.

Krim tersebut diketahui telah ditarik dari rak-rak di China menyusul laporan dari orang tua tentang efek sampingnya. Penelitian sementara menunjukkan bahwa dosisnya melebihi dosis yang biasanya direkomendasikan untuk orang dewasa, dan tidak seharusnya digunakan untuk anak-anak.

Pada tahun 2018, warga Inggris diperingatkan untuk berhenti menggunakan krim kulit Zudaifu karena mengadung steroid illegal. Produk tersebut mengadung steroid yag sama dengan ditemukan pada krim bayi, namun perusahan tersebut tidak memiliki izin untuk menjual zat yang dikendalikan tersebut.

Dokter Chris Jones, dari Badan Pengatur Obat dan Kesehatan mengatakan kepada Daily Mail, bahwa telah mengidentifikasi krim yang berpotensi berbahaya yang digambarkan sebagai obat herbal China alami di pasaran.

Baca Juga: Sejarah Prameks: Bermula dari Kuda Putih hingga Kini Jadi KRL

“Menjual krim langsung ke publik yang mengandung steroid kuat adalah hal illegal, dan berpotensi berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan medis,” tambahnya.

Menurutnya steroid hanya boleh diresepkan oleh ahli kesehatan yang mengikuti kriteria ketat, saat meresepkannnya dan dapat memantau pasien yang menggunakannya. Kandungan krim tersebut dapat menekan respons kulit terhadap infeksi dan juga dapat menyebabkan penipisan kulit dalam jangka panjang.



Berita Terkini Lainnya








Kolom