Bayi 5 Bulan di Surabaya Membusuk di Rumah, Ibu Kandung Jadi Tersangka

Bayi 5 bulan berinisial ADO ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk di rumahnya yang berada di Siwalankerto Tengah, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Senin, 27 Juni 2022 - 14:16 WIB Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi kasus pembunuhan (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SURABAYA – Bayi 5 bulan berinisial ADO ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk di rumahnya yang berada di Siwalankerto Tengah, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Korban meninggal diduga dianiaya oleh ibunya sendiri. Bayi tersebut diketahui meninggal sejak Kamis (23/6/2022). Meski demikian kematiannya baru dilaporkan pada Sabtu (25/6/2022) oleh neneknya.

Melansir Youtube tvOneNews dan sumber lain, Senin (27/6/2022), polisi dari Inafis Polrestabes Surabaya langsung datang untuk mengevakuasi jenazah bayi malang itu pada Sabtu (25/6/2022) malam, setelah menerima informasi dari masyarakat.

Saat ditemukan, jasad bayi tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Diperkirakan ia meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya.

Tak lama setelah kejadian, Polsek Wonocolo, Surabaya menetapkan Eka Sari Yuni Hartini, 25, sebagai tersangka. Eka diduga kuat telah menganiaya anak keduanya, ADO, yang masih berusia 5 bulan tersebut hingga sang bayi meninggal dengan tragis.

Baca Juga: Ngeri! Begini Kronologi Penganiayaan Hingga Korban Tewas di Jepara

Eka ditangkap sesaat setelah jenazah anaknya dievakuasi di Jalan Siwalankerto Tengah Gang Anggur, sekitar pukul 23.00, Sabtu (25/6/2022) malam. Rumah tersebut adalah milik nenek korban.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan autopsi jenazah bayi, ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Ada bekas benturan di kepala dan tulang belakang korban.

“Di bagian kepala belakang korban keluar cairan. Dari hasil dari penyelidikan tim INAFIS, cairan itu merupakan akibat benturan di mana ada penggumpalan darah dan mengakibatkan cairan ada pemecahan pembuluh darah,” kata Roycke.

Polisi lantas menetapkan Eka sebagai tersangka. “Penganiayaan itu dilakukan pada Selasa tanggal 22 Juni 2022, sekitar pukul 16.00 WIB,” jelas Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Henderik Fransisco, Minggu (26/6/2022) seperti dikutip dari Youtube.

Baca Juga: Kejam! Ajakan Rujuk Ditolak, Pria di Kendal Tusuk Mantan Istri dan Bayi

Roycke menyebut, motif penganiayaan yang dilakukan tersangka bermula dari anaknya yang masuk dalam mengalami stunting dan gizi buruh sehingga dia merasa depresi jengkel dan emosi kepada korban.

Pelaku juga mengalami masalah keluarga. ADO diketahui terus menangis dan rewel. Terlebih jika tersangka dan suaminya tengah bertengkar.

“Pelaku merasa jengkel, emosi karena korban suka menangis dan rewel apabila tersangka bertengkar dengan suaminya. Jadi, ini adalah salah satu alasannya, motif pelaku,” tutur Roycke

Meski Eka kerap emosi dan melampiaskan ke anaknya, suami korban disebut tidak mengetahui penganiayaan yang dilakukan istrinya. Suami Eka bekerja di perusahaan pelayaran dan jarang di rumah. Menurut Roycke, status pernikahan tersangka dengan suaminya adalah siri.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif