Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (JIBI/Solopos/dok)

Solopos.com, SOLO - Bayang-bayang kembali munculnya dualisme Persis Solo sudah di depan mata. Hal itu mencuat setelah isu soal kepemilikan saham di PT Persis Solo Saestu (PSS) selaku pengelola klub Persis Solo menggelinding semakin liar.

Yang terbaru, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, ancang-ancang membentuk tim Persis baru seandainya polemik saham yang melibatkan investor baru PT PSS, Vijaya Fitriyasa, tak kunjung menemui jalan terang. Rudy saat ditemui wartawan di Dalem Joyokusuman Pasar Kliwon, Solo, Jumat (4/10/2019), mengakui dirinya memang memberikan saran kepada klub-klub internal Persis untuk melakukan somasi terkait penjualan saham dari PT Syahdana Property Nusantara (SPN) kepada Vijaya.

“Kami diajak bicara bisa kok. Kemarin memang kami menyarankan kalau tidak bisa diajak bicara ya ajukan somasi. Kalau nekat, tidak ditanggapi, 25 klub itu mau mendirikan tim Persis sendiri ya silakan. Hak patennya kan di kita. Kita bisa bikin klub sendiri dan berkompetisi menggunakan Solo Saestu [PT Persis Solo Saestu (PT PSS)],” kata dia.

Pada sisi lain, Rudy telah bertemu dengan calon investor Persis, Erick Thohir di Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung belum lama ini. Erick sengaja datang untuk melakukan penjajakan awal menjadi pengelola Persis di masa mendatang.

Orang nomor satu di Solo tersebut mengaku memang tertarik dengan konsep yang ditawarkan oleh sosok Erick Thohir. Namun, ia menyerahkan keputusan kepada tim-tim internal Persis. “Sekarang sudah saya sarankan ke teman-teman. Kalau mau mengelola Persis, harus ada konsep, perencanaan dulu. Kan kita punya mimpi memiliki industri pemain bola."

"Kalau tidak ada konsep yang mengarah ke target liga 1 [bagaimana?]. Ya silakan pilih yang punya konsep. Ini kontes. Silakan Vijay memaparkan ke 26 klub. Lalu Erick Thohir juga silakan ke rakyat Solo,” sambungnya.

Rudy juga mengatakan para suporter dan tokoh sepak bola Kota Bengawan memahami berdirinya PT PSS, termasuk perjanjian-perjanjian bahwa jersey, logo, hingga nama Persis Solo sudah dipatenkan. Orang nomor satu di Kota Solo itu melarang masyarakat memberikan dukungan kepada salah satu pihak yang muaranya justru membuat pecah-belah Persis.

Rencana pembentukan tim baru jelas-jelas berpotensi melahirkan dualisme Persis jilid II. Dalam sejarahnya, Persis pernah terkotak menjadi dua pada periode 2011 hingga 2013 silam. Saat itu, terdapat dua tim Persis. Tim pertama berlaga di kompetisi resmi PSSI. Sedangkan satu tim Persis lainnya kompetisi Divisi Utama versi Badan Liga Indonesia (BLI).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten