Tutup Iklan -->
Bawaslu Wonogiri Temukan Ribuan Tabloid Indonesia Barokah
Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub (kiri), dan anggotanya, Joko Wuryanto, menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah di kantor mereka di Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kamis (24/1/2019). (Solopos-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri menemukan Tabloid Indonesia Barokah, tabloid berkonten politik dikemas dengan isu agama yang beredar di Kota Sukses, sejak Rabu (23/1/2019). Hingga Jumat (25/1/2019), tim menemukan lebih dari 2.000 eksemplar tabloid yang diedarkan ke masjid-masjid melalui pos.

Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, kepada Solopos.com, Jumat, mengatakan tabloid ditemukan di 20 dari 25 kecamatan di Wonogiri. Temuan terdiri atas dua, yakni tabloid yang sudah beredar dan belum beredar. Tabloid belum beredar karena kantor pos menunda pengiriman atau disimpan sementara oleh polisi. Hingga Jumat, tabloid yang sudah beredar ditemukan sebanyak 707 eksemplar.

Jumlah tabloid paling banyak ditemukan di Eromoko, yakni mencapai 369 eksemplar. Di Giriwoyo juga ditemukan tabloid cukup banyak, yakni mencapai 90 eksemplar. Sementara, tabloid yang belum beredar lebih dari 1.500 eksemplar. Tabloid yang belum beredar sebanyak 1.329 eksemplar tanpa amplop. Selain itu ditemukan tabloid yang masih di dalam 166 amplop. Satu amplop berisi lebih dari satu eksemplar. Ali meyakini tabloid sudah beredar di seluruh kecamatan di Kota Sukses.

“Aparat Polsek turut menarik tabloid, seperti Polsek Eromoko,” kata Ali saat dihubungi Solopos.com.

Ali Mahbub melanjutkan kasus beredarnya tabloid ini ditangani Bawaslu pusat bersama Dewan Pers. Ada pihak dari capres-cawapres [calon presiden-calon wakil presiden] nomor urut 02 yang melapor karena merasa dirugikan. Bawaslu provinsi hingga daerah mengumpulkan bukti-bukti untuk kepentingan penanganan kasus di tingkat pusat.

Sesuai instruksi Bawaslu pusat, kata Ali, Bawaslu berkoordinasi dengan Polres Wonogiri dan kantor pos. Bawaslu sudah meminta kantor pos menunda pengiriman tabloid yang belum terkirim hingga ada kejelasan penanganan kasus oleh Bawaslu pusat. Jika ke depan dinyatakan tidak masalah, kantor pos bisa mengirim tabloid ke alamat tujuan.

“Sambil menunggu ada kejelasan, Panwascam kami minta menyimpan tabloid yang sudah ditemukan,” imbuh Ali.

Anggota Bawaslu, Joko Wuryanto, menambahkan tabloid itu dilaporkan pihak pasangan calon (paslon) nomor urut 02 karena isinya dinilai menyudutkan. Saat ditanya pandangan Bawaslu Wonogiri ihwal tabloid tersebut, Joko dan Ali enggan berkomentar banyak karena kasus masih ditangani Bawaslu pusat.

Tabloid tersebut terdiri atas 16 halaman. Halaman pertama hanya menyajikan gambar animasi seseorang sedang memegang wayang mirip karakter Batman dan Bruce Lee disertai judul-judul. Judul utama yakni Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik? Judul lain, seperti Agenda Hizbut Tahrir Melawan Negara-Bangsa; Obor Rakyat, Asal-Usul Fitnah Jokowi PKI; dan Antek Asing; Khawarij: Awal Radikalisme Atas Nama Islam.  Paling bawah tertera kalimat, Membedah Hubungan Wahabi, Ikhwanil Muslimin, Hizbut Tahrir, dan ISIS.

Tabloid dikirim ke masjid-masjid dengan cara dimasukkan ke amplop cokelat besar oleh redaksi yang berkantor di Jl. Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.

Pemimpin Umum Redaksi adalah Moch. Shaka Dzulkarnaen; Pemimpin Redaksi, Ichwanuddin; Redaktur Pelaksana, Khusnaedi; dan Dewan Redaksi, Bahrul Ulum, Oky Ardianto, dan Ely Kaniasih. Sementara, Sekretaris Redaksi, Aini Rahman dan Fotografer, Eko Budianto serta Abdullah Nasution. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho