Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Bawaslu Sukoharjo memperpanjang jadwal pendaftaran calon pengawas TPS Pilkada 2020 lantaran masih ada sejumlah desa yang belum penuhi kuota.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemilu/pilkada. (Solopos/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau TPS sejumlah desa/kelurahan.

Perpanjangan masa pendaftaran rekrutmen calon PTPS itu selama enam hari yakni 20 Oktober-26 Oktober. Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Sukoharjo, Uswatun Mufidah, mengatakan masa pendaftaran pengawas TPS sebelum sudah diperpanjang sampai 19 Oktober.

Hingga hari terakhir masa pendaftaran calon pengawas TPS itu, jumlah pendaftar pada sejumlah desa/kelurahan belum memenuhi kuota.  “Jumlah minimal pendaftar calon PTPS minimal dua orang per tempat pemungutan suara [TPS],” katanya kepada Solopos.com, Senin (19/10/2020).

Satgas Solo Kesulitan Melacak Pelanggan Warung Soto Kepatihan Kulon Yang Pemiliknya Positif Covid-19

Menurut Uswatun, perpanjangan masa pendaftaran calon pengawas TPS kali kedua oleh Bawaslu Sukoharjo ini hanya khusus untuk desa/kelurahan yang belum memenuhi kuota.

Sementara desa/kelurahan yang telah memenuhi jumlah minimal pendaftar pengawas TPS Pilkada Sukoharjo tak perlu memperpanjang masa pendaftaran.

Sebelumnya, perpanjangan masa pendaftaran calon pengawas TPS berlaku untuk 10 kecamatan. Dua kecamatan yakni Mojolaban dan Bulu telah memenuhi jumlah minimal pendaftar.

Siswi SMK Di Ngawi Gugat Omnibus Law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi, Siapa Dia?

“Kami benar-benar mencari sumber daya manusia [SDM] yang berkualitas dan berintegritas. Calon PTPS menjadi ujung tombak pengawasan pemilu pada level paling bawah. Mereka yang mengetahui kondisi riil lapangan,” ujarnya.

Bawaslu Sukoharjo menelusuri rekam jejak setiap calon pengawas TPS untuk memastikan yang mereka bukan anggota partai politik (parpol) dan tim kampanye pasangan calon.

Pelantikan Serentak

Apabila rekam jejaknya meragukan, Bawaslu tidak akan melanjutkan proses seleksi peserta yang bersangkutan. Para calon pengawas TPS yang lolos bakal mengikuti pelantikan serentak pada 16 November.

Rekor! 59 Kasus Covid-19 Di Solo Pada Akhir Pekan, Plus 1 Klaster Baru

Mereka bakal menjalani rapid test atau tes cepat pada akhir November sebagai bagian dari upaya pencegahan persebaran Covid-19. “Protokol kesehatan wajib bagi penyelenggara pemilu dan pemilih saat pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember,” paparnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, mengatakan pengawas TPS tak hanya bertugas saat pencoblosan. Mereka juga mesti mengawasi distribusi logistik seperti kotak dan surat suara hingga rekapitulasi penghitungan suara.

Razia Masker Rambah Mal dan Swalayan Sukoharjo, Puluhan Orang Terjaring

Mereka wajib mengirim hasil rekapitulasi penghitungan suara ke petugas pengawas desa/kelurahan yang akan meneruskannya ke panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan Bawaslu Sukoharjo.

Muladi berharap kuota jumlah pendaftar pengawas TPS sejumlah desa/kelurahan yang masih kurang segera terisi hingga penutupan masa pendaftaran calon PTPS. “Kalau bisa sebelum 26 Oktober kuota jumlah pendaftar sudah penuh,” katanya.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...