Ketua Bawaslu Abhan Misbach, Minggu (18/8/2019) sore, menyerahkan santunan secara simbolis kepada perwakilan petugas pengawas pemilu ad hoc yang mengalami kecelakaan dalam melaksanakan tugas pengawasan Pemilu Serentak 2019 di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, PURWOKERTO — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Minggu (18/8/2019) sore, memberikan santunan bagi pengawas pemilu ad hoc di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mengalami kecelakaan saat bertugas mengawasi pelaksanaan Pemilu Serentak yang pemungutan suaranya dilaksanakan 17 April 2019 lalu.

Santuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Bawaslu Abhan Misbach kepada perwakilan penerima di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng. Berdasarkan data dari Bawaslu Banyumas, jumlah penerima santunan sebanyak delapan orang, terdiri atas tiga orang yang mengalami luka berat, masing-masing senilai Rp16.500.000, dan lima orang mengalami luka ringan, masing-masing senilai Rp8.250.000.

Saat memberi sambutan, Abhan mengatakan penyaluran santunan tersebut baru dilakukan saat sekarang karena ada beberapa kriteria dalam pemberian santunan atas kecelakaan ketika pelaksanaan tugas-tugas pengawasan. “Ada yang meninggal, masuk rumah sakit, dan sebagainya. Kalau yang meninggal, kita prioritaskan lebih awal sudah selesai. Kemudian yang cacat, masuk rumah sakit, dan sebagainya, ini kan perlu verifikasi data dan sebagainya, baru beberapa minggu ini verifikasinya terselesaikan,” katanya.

Ia mengatakan santuan yang diberikan kepada petugas pengawas sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan dalam surat bernomor S-317/MK/02/2019 tertanggal 25 April 2019. Dalam hal ini, bagi petugas yang meninggal dunia mendapat santunan maksimal Rp36.000.000, cacat permanen Rp30.800.000, luka berat Rp16.500.000, dan luka ringan Rp8.250.000.

Berdasarkan data Bawaslu, petugas pengawas pemilu yang harus dirawat inap di rumah sakit sebanyak 398 orang, rawat jalan 1.592 orang, mengalami kecelakaan saat bertugas 250 orang, mengalami kekerasan 20 orang, cacat permanen 14 orang, mengalami keguguran kandungan 14 orang, dan mengalami cedera 18 orang. Sementara itu, petugas pengawas pemilu yang meninggal dunia sebanyak 92 orang terdiri atas 74 laki-laki dan 18 perempuan.

Salah seorang penerima santunan, Bambang Subekti, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bawaslu. “Apa yang saya lakukan, itu untuk negara juga,” kata Bambang yang bertugas sebagai Panwaslu Kecamatan Purwokerto Barat.

“>KLIK dan “>LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten