Ilustrasi rekapitulasi hasil penghitungan suara. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, MADIUN -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merekomendasikan penghitungan ulang untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan. Diduga, di TPS itu terjadi kesalahan pencatatan hasil pemungutan suara Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, Nur Anwar, mengatakan petugas KPPS di TPS 10 di Desa Mruwak melakukan kesalahan dalam penulisan hitung hasil suara di surat suara legislatif.

"Jadi ada kesalahan penulisan pada saat pencatatan hasil surat suara yang dicoblos. Yakni surat suara yang tercoblos di nama caleg dan tanda partai dihitung dua suara. Seharusnya dihitung satu suara untuk caleg," ujar dia di Kantor Bawaslu Kabupaten Madiun, Selasa (23/4/2019).

Anwar menyampaikan salah hitung hasil suara itu membuat jumlah tidak sama, sehingga direkomendasikan untuk hitung ulang. Dia menegaskan proses penghitungan ulang tidak akan mengubah hasil. Sebab, surat suara yang sebelumnya salah hitung akan dijadikan satu yaitu milik caleg saja.

Menurut dia, dalam kesalahan ini petugas KPPS di TPS tersebut kurang memahami aturan penghitungan suara untuk surat suara legislatif. "Untuk penghitungan ulang kami menunggu jadwal dari PPK," jelas dia.

Ketua KPU Kabupaten Madiun, Anwar Sholeh Azzarkoni, menyampaikan pihaknya belum menerima laporan terkait salah hitung di TPS 10 Desa Mruwak. Dia menuturkan permasalahan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada petugas PPK supaya diselesaikan.

"Kami minta diselesaikan di tingkat PPK. Untuk kasus hitung ulang di Kabupaten Madiun sejauh ini belum ada data yang masuk," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten