Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Pelanggaran protokol kesehatan itu terjadi di sejumlah daerah di Jateng saat masa kampanye sejak 26 September-22 Oktober 2020.

SOLOPOS.COM - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan calon maupun tim pemenangan selama masa kampanye Pilkada Serentak 2020.

Pelanggaran protokol kesehatan itu terjadi di sejumlah daerah di Jateng saat masa kampanye sejak 26 September-22 Oktober 2020.

“Kami mencatat ada 16 pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi pada masa kampanye. Hal itu terjadi di enam kabupaten/kota di Jateng yang menggelar Pilkada 2020,” ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, Kamis (22/10/2020).

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Ananing mengungkapkan 16 pelanggaran protokol kesehatan saat kampanye itu lima di antaranya terjadi di Kabupaten Purbalingga, 4 kali di Klaten, 4 kali di Kabupaten Pekalongan, dan satu kali masing-masing di Kota Pekalongan, Demak, dan Wonosobo.

Dari 16 kasus  itu, paling banyak adalah pelanggaran dalam mendatangkan massa dalam jumlah besar atau lebih dari batas yang ditentukan yakni 50 orang. Sementara sisanya berupa melibatkan anak-anak yang rentan terpapar Covid-19 ke lokasi kampanye.

Bantuan PKH di Gilirejo Sragen Dipotong Uang Bensin, Kades Beri Penjelasan

“Dari 16 kasus itu seluruhnya sudah ditangani Bawaslu di masing-masing kabupaten kota. Penanganan berupa surat peringatan, imbauan lisan, dan satu kasu menjadi temuan dugaan pelanggaran,” imbuh perempuan yang karib disapa Ana itu.

Kewenangan Membubarkan

Ana menambahkan jajaran Bawaslu di Jateng memberikan surat peringatan kepada tim kampanye jika menemukan adanya pelanggaran. Setelah diberi surat peringatan, tim kampanye harus segera menghentikan kegiatan dan membubarkan diri.

“Jika tidak membubarkan diri atau menghentikan kampanye, maka Bawaslu memilki kewenangan membubarkan,” tegas Ana.

Medsos Paslon di Pilkada Grobogan Diawasi Bawaslu, Ada Apa?

Ana mengatakan berdasarkan Pasal 58 PKPU No.13/2020, metode kampanye tatap muka diperbolehkan asal dengan penerapan protokol kesehatan. Protokol itu berupa membatasi jumlah peserta maksimal 50 orang, menerapkan jaga jarak minimal 1 meter, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker, dan menyediakan hand sanitizer. Jika ada pelanggaran bisa dilakukan penindakan.

“Selain itu juga tidak boleh melibatkan balita, lansia, serta ibu hamil [kelompok rentan Covid-19],” terangnya.

 

Berita Terbaru

Kampanye di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Ajak Warga Jaga Kebugaran dengan Senam

Solopos.com, KLATEN — Calon bupati (cabup) Klaten nomor urut 1, Sri Mulyani, yang tengah sibuk kampanye di tengah pandemi...

Gubernur Minta Saksi di TPS Ikut Rapid Test, Pemkab Sragen Manut

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada 2020...

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif...

Debat Publik Pilkada 2020, Ini 5 Panelis Yang Disiapkan KPU Grobogan

Solopos.com, PURWODADI – Debat Publik Pilkada Grobogan 2020 bakal digelar di sebuah hotel di Kota Purwodadi dan disiarkan secara...

Debat Pilkada Sukoharjo : Wiwaha Soroti Sukoharjo Belum Punya GOR, Ini Faktanya

Solopos.com, SUKOHARJO -- Debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo 2020 telah berlangsung di Hotel Brothers Solo Baru, Kamis (21/11/2020),...

Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa...

Debat Pilkada Sukoharjo : EA & Joswi Dinilai Belum Tawarkan Upaya Riil Atasi Persoalan Rakyat Kecil

Solopos.com, SUKOHARJO – Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Sukoharjo yakni Etik Suryani-Agus Santosa atau EA dan Joko “Paloma”...

Coblosan di Tengah Pandemi, KPU Klaten: Jangan Takut Datang ke TPS!

Solopos.com, KLATEN -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Klaten mengajak seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk datang...

Debat Pilkada Sukoharjo : Ini Solusi EA dan Joswi untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon bupati-calon wakil bupati Sukoharjo beradu solusi terkait penanganan dampak pandemi Covid-19 dalam debat...

Sakit, Cabup Joko Paloma Tak Hadiri Debat Putaran II Pilkada Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO -- Calon bupati nomor urut dua dalam Pilkada Sukoharjo, Joko Paloma Santosa, absen dalam debat publik putaran...