Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Bawaslu Boyolali memperpanjang pendaftaran pengawas tempat pemungutan suara atau TPS karena masih ada kekurangan di 81 desa.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pilkada Boyolali (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020).

Perpanjangan ini karena masih ada kekurangan jumlah pendaftar pengawas TPS 81 desa/kelurahan pada 10 kecamatan.
Koordinator SDM dan Organisasi Bawaslu Boyolali, Muhamad Mahmudi, mengatakan masa perpanjangan pendaftaran tersebut mulai 16 Oktober hingga 19 Oktober.

Merasa Diancam, Ketua KNPI Sukoharjo Laporkan Akun FB Hendrik Prastyo Widodo Ke Polisi

"Terbanyak [kekurangannya] adalah Kecamatan Ngemplak, yakni 130 TPS," katanya kepada Solopos.com, Sabtu (17/10/2020).

Sesuai informasi dalam laman https://boyolali.bawaslu.go.id, pendaftaran pengawas TPS Pilkada Boyolali sebelumnya sesuai jadwal yakni 3-15 Oktober 2020.

Jualan Di Gedung Baru, Pedagang Pasar Klewer Solo Timur Keluhkan Sulit Dapat Sinyal Internet

Pada hari terakhir pendaftaran calon Pengawas TPS tercatat ada 3.943 pendaftar yang tersebar pada 22 kecamatan. Jumlah Pengawas TPS sesuai kebutuhan Bawaslu Boyolali pada Pilkada tahun ini mencapai 2.277 orang.

Namun pada hari terakhir pendaftaran itu masih ada TPS yang belum memenuhi persyaratan minimal dua pendaftar per TPS. Hal itulah yang menjadi alasan perpanjangan pendaftaran.

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Perpanjangan pendaftaran pengawas TPS Pilkada Boyolali itu meliputi 10 kecamatan yakni Ampel, Musuk, Boyolali, Mojosongo, Teras, Banyudono. Lalu Sambi, Ngemplak, Karanggede, dan Klego.

Kekurangan Pendaftar

Untuk Kecamatan Ngemplak, perpanjangan pendaftaran berlaku untuk 12 desa/kelurahan dengan jumlah 130 TPS. Kecamatan Teras meliputi 13 desa/kelurahan dengan jumlah 80 TPS.

Satgas Solo Kesulitan Melacak Pelanggan Warung Soto Kepatihan Kulon Yang Pemiliknya Positif Covid-19

Lalu Kecamatan Klego ada delapan desa/kelurahan yang melakukan perpanjangan pendaftaran dengan jumlah 36 TPS. Musuk hanya ada satu desa/kelurahan dengan jumlah 12 TPS.

Kecamatan Boyolali ada delapan desa/kelurahan yang kekurangan pengawas untuk 106 TPS. Mojosongo hanya ada dua desa/kelurahan yang melakukan perpanjangan pendaftaran dengan jumlah sembilan TPS.

Bantu Kampanye Gibran, Si Cantik Diah Warih Bagikan Wifi Gratis di 5 Kecamatan Kota Solo

Wilayah Kecamatan Karanggede ada 16 desa/kelurahan dengan jumlah 76 TPS. Kecamatan Ampel terdapat sembilan desa/kelurahan dengan jumlah 71 TPS.

Lalu Kecamatan Banyudono juga ada sembilan desa/kelurahan dengan jumlah 53 TPS. Sedangkan Kecamatan Sambi ada tiga desa/kelurahan dengan jumlah 18 TPS.

Berita Terbaru

Kampanye di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Ajak Warga Jaga Kebugaran dengan Senam

Solopos.com, KLATEN — Calon bupati (cabup) Klaten nomor urut 1, Sri Mulyani, yang tengah sibuk kampanye di tengah pandemi...

Gubernur Minta Saksi di TPS Ikut Rapid Test, Pemkab Sragen Manut

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada 2020...

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif...

Debat Publik Pilkada 2020, Ini 5 Panelis Yang Disiapkan KPU Grobogan

Solopos.com, PURWODADI – Debat Publik Pilkada Grobogan 2020 bakal digelar di sebuah hotel di Kota Purwodadi dan disiarkan secara...

Debat Pilkada Sukoharjo : Wiwaha Soroti Sukoharjo Belum Punya GOR, Ini Faktanya

Solopos.com, SUKOHARJO -- Debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo 2020 telah berlangsung di Hotel Brothers Solo Baru, Kamis (21/11/2020),...

Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa...

Debat Pilkada Sukoharjo : EA & Joswi Dinilai Belum Tawarkan Upaya Riil Atasi Persoalan Rakyat Kecil

Solopos.com, SUKOHARJO – Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Sukoharjo yakni Etik Suryani-Agus Santosa atau EA dan Joko “Paloma”...

Coblosan di Tengah Pandemi, KPU Klaten: Jangan Takut Datang ke TPS!

Solopos.com, KLATEN -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Klaten mengajak seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk datang...

Debat Pilkada Sukoharjo : Ini Solusi EA dan Joswi untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon bupati-calon wakil bupati Sukoharjo beradu solusi terkait penanganan dampak pandemi Covid-19 dalam debat...

Sakit, Cabup Joko Paloma Tak Hadiri Debat Putaran II Pilkada Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO -- Calon bupati nomor urut dua dalam Pilkada Sukoharjo, Joko Paloma Santosa, absen dalam debat publik putaran...