Tutup Iklan

Bawa Rp650 Miliar, Tim Pembebasan Tol Solo-Jogja Datangi Ngawen Klaten

Anggaran Rp650 miliar untuk membebaskan lahan tol Solo-Jogja di sembilan desa di Kecamatan Ngawen.

 Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Tim pembebasan lahan untuk jalan tol Solo-Jogja telah menyiapkan anggaran senilai Rp650 miliar, Selasa (26/10/2021). Anggaran tersebut diperuntukkan guna membebaskan lahan di sembilan desa di Kecamatan Ngawen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tim pengadaan lahan untuk jalan tol Solo-Jogja mulai menggelar musyawarah bentuk ganti kerugian jalan tol di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Selasa (26/10/2021). Di Manjungan, terdapat 100 bidang terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Selain Desa Manjungan, terdapat sejumlah desa lain di Kecamatan Ngawen yang terdampak jalan tol Solo-Jogja. Masing-masing, berada di Pepe, Ngawen, Senden, Gatak, Tempursari, Kahuman, Duwet, dan Kwaren.

Baca Juga: Ekskavator Beroperasi di Rawa Jombor, Petani Mulai Bongkar Karamba

“Musyawarah di Kecamatan Ngawen dimulai di Manjungan hari ini. Hingga akhir tahun 2021, kami fokuskan di Kecamatan Ngawen. Setelah musyawarah [warga menyetujui pembebasan lahan], langsung dilanjutkan pembayaran ganti rugi. Anggaran untuk ganti rugi di Kecamatan Ngawen sudah disiapkan, yakni senilai Rp650 miliar,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, saat ditemui Solopos.com di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Selasa (26/10/2021).

Sulistiyono mengatakan nominal ganti rugi dilalukan tim appraisal. Harga ganti rugi lahan yang ditetapkan tim appraisal dipastikan jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasaran di Kecamatan Ngawen.

“Nilai ganti rugi rata-rata bisa dua kali lipat [dari harga normal/harga pasaran]. Di Manjungan misalnya, ada seorang pemilik lahan yang nantinya bisa memperoleh ganti rugi hingga Rp2 miliar,” katanya.

Baca Juga: 4 Anggota Polres Klaten Meninggal karena Covid-19

Hal senada dijelaskan Salah seorang staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho. Tim pembebasan lahan jalan tol Solo-Jogja mematok target dapat membebaskan lahan di Kecamatan Ngawen hingga akhir Desember 2021.

“Setelah musyawarah di Manjungan, akan dilanjutkan ke desa lainnya. Jadi berlangsung secara simultan. Proses musyawarah selesai, diikuti pembayaran ganti rugi. Selanjutnya dilakukan pembangunan fisik,” katanya.

Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati, berharap pelaksanaan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian sekaligus pembayaran uang ganti rugi (UGR) di wilayahnya berlangsung lancar dan kondusif. Sejauh ini, seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Ngawen menyetujui adanya pembangunan jalan tol Solo-Jogja yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional.

Baca Juga: Cegah Gejolak, SPBU di Wonogiri Minta Tambahan Kuota Solar

“Kami berharap, masyarakat bisa menerima [setuju] dengan proyek strategis nasional ini,” katanya.
Kades Manjungan, Dunung Nugraha, mengatakan program pembangunan jalan tol Solo-Jogja harus memberikan dampak positif bagi warga setempat. Sejauh ini, warga sudah berkorban merelakan aset rumah atau sawah untuk dijadikan jalan tol Solo-Jogja.

“Di sini ada 100 bidang terdampak jalan tol Solo-Jogja. Warga sudah kehilangan aset satu-satunya. Warga sudah mengorbankan yang dimiliki. Jangan sampai menjadi korban juga,” katanya.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.