Bawa Kabur Pikap dan Jahe, Pasutri Asal Cepogo Boyolali Dibekuk Polisi

Awalnya pasutri pencuri jahe tersebut akan bertemu dengan warga Ponorogo penjual jahe di Sunggingan, Boyolali, namun kemudian berpindah ke Madu, Mojosongo.

 Ilustrasi penjahat. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penjahat. (freepik)

Solopos.com, BOYOLALI — Tim Unit Reskrim Mojosongo bersama Resmob Polres Boyolali menangkap laki-laki berinisial, I, 24, dan seorang perempuan berinisial S, 23, pada Kamis (27/1/2022). Mereka merupakan pasangan suami-istri (pasutri) yang diduga membawa kabur jahe dan mobil pikap Mitsubishi L300 milik warga Ponorogo pada Senin (24/1/2022).

Kanit Reskrim Polsek Mojosongo, Boyolali, Ipda Rahmad Budi Lestari, menjelaskan beberapa hari yang lalu timnya telah melakukan penyelidikan di wilayah Selo dan Cepogo terkait kasus tersebut, namun belum membuahkan hasil.

PromosiJawa Tengah Pelopori Penggunaan Energi Surya di Fasilitas Kesehatan

“Hingga pada hari ini [Kamis], tadi sore, kami lakukan interogasi, kami dapat amankan terduga pelaku penipuan pembeli jahe dan kendaraan L300 di Cepogo,” kata Ipda Rahmad Budi kepada wartawan.

Baca juga: Hoaks! Sembuhkan Omicron dengan Menghirup Bubuk Jahe

Ipda Rahmad menjelaskan kronologi kejadian yang membuat pasutri asal Cepogo, Boyolali, itu harus berurusan dengan polisi. Awalnya pasutri yang melarikan jahe serta kendaraan pengangkutnya tersebut janjian akan bertemu dengan warga Ponorogo penjual jahe di Sunggingan, Boyolali. Namun kemudian lokasi bertemu mereka berpindah ke Madu, Mojosongo, Boyolali.

“Jadi awalnya mereka berniat membeli jahe, namun tidak membayar. Kemudian di Sunggingan ada orang yang sedang berada di lokasi, sehingga [pasutri] tidak berani menurunkan barang di situ. Karena tidak berani menurunkan barang di situ, akhirnya mereka memberi petunjuk kepada korban agar dikirim ke lokasi lain, kebetulan dibawa ke Madu, Mojosongo. Di Madu, Mojosongo, itu muncul niat dari pelaku untuk membawa pergi KBM L300 tersebut,” kata Rahmad Budi.

Tipu Muslihat

Dia menjelaskan pelaku menggunakan tipu muslihat untuk memperdaya korban. “Mau belok mbak di pertigaan, tipu muslihat [pelaku mengatakan mobil korban] mau terperosok. [Korban] Diminta turun dan memberi aba-aba. Kemudian KBM dibawa pergi,” jelasnya

Lebih lanjut, Ipda Rahmad mengatakan aksi tersebut adalah aksi keempat pasutri pencuri jahe. “Mereka pasangan suami istri, tertangkap di Cepogo. Pasal yang disangkakan pasal penipuan dan pencurian dengan ancaman [hukuman] 5 tahun,” kata Ipda Rahmad.

Baca juga: Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

Barang bukti berupa karung jahe dan kendaraan L300 sudah diamankan oleh Polsek Mojosongo, Boyolali. “Barang buktinya sekarang sedang kami inventarisir. Untuk motif aksinya motif ekonomi,” ungkap Ipda Rahmad.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.