Tutup Iklan
Aksi warga Desa Keposong, Boyolali, saat menggelar demo di depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (28/8/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Puluhan warga Desa Keposong, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (28/7/2019). Mereka datang untuk memprotes penambangan galian C yang ada di desanya.

Pantauan Semarangpos.com, warga Desa Keposong ini datang ke Semarang dengan menggunakan truk. Sesampainya di kompleks Kantor Gubernur Jateng, mereka lantas menggelar demo.

Sambil membawa bendera partai politik, PDI Perjuangan (PDIP), warga juga menggelar orasi. Seorang peserta aksi, Surat, menyatakan selama ini dirinya merupakan pendukung partai berlambang banteng tersebut. Ia juga memberikan dukungan kepada Ganjar maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan kader PDIP saat mengikuti kontestasi politik, Pilgub 2018 dan Pilpres 2019.

“Kami ini pendukung Pak Ganjar. Tapi kenapa setelah terpilih kesejahteraan yang dijanjikan kepada kami tidak dipenuhi. Kami hidup dalam ketakutan akan adanya pertambangan,” teriak Surat sambil memanjat gerbang kompeks Kantor Gubernur Jateng.

Sementara itu tokoh Desa Keposong, Sumarno, mengatakan selama ini desanya terkenal sebagai salah satu lumbung padi. Namun, dengan berdirinya penambangan galian C itu lahan pertanian menjadi menipis.

"Estimasinya penambangan itu akan menempati lokasi sekitar 5 hektare. Saat ini baru 2 hektare yang sudah digunakan. Kalau beroperasi penuh, bisa-bisa enggak ada sawah lagi di desa kami," ujar Sumarno.

Warga Keposong Boyolali menggelar demo di depam Kantor Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di depan kantor DPRD Jateng, Rabu (28/8/2019). Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Selain menggerus lahan pertanian, adanya penambangan itu juga memberikan dampak negatif bagi warga. Infrastruktur jalan desa menjadi rusak karena dilewati kendaraan besar, dan wilayah yang terletak di kaki Gunung Merbabu dan Gunung Merapi itu menjadi rentan terkena bencana tanah longsor.

"Oleh karena itu, kami menolak adanya penambangan itu. Kami minta Pak Gubernur mencabut izinnya," imbuh Sumarno.

Sumarno menambahkan penambangan galian C di desanya itu memang sudah mengantongi izin yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Jateng No. 543.32/7879 Tahun 2019 tentang izin pertambangan pasir dan batu (sirtu) atas nama Lukito.

Meski demikian, persetujuan warga atas izin itu terkesan janggal karena terkesan manipulatif. “Warga ditipu untuk memberikan tanda tangan. Tanda tangannya terkesan janggal,” imbuhnya.

Aksi warga di depan Kantor Gubernur Jateng ini berlangsung cukup lama, hingga dua jam lebih. Meski demikian, keinginan warga bertemu Ganjar tak terlaksana.

Ganjar sedang tidak ada di kantornya. Aspirasi warga pun hanya tersampaikan melalui pejabat Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan KS Pemprov Jateng.   

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten