Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Dirasakan Sebagian Warga Wonogiri, Begini Respons Bupati
Ketua Satgas Covid-19 Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur atau RUM Sukoharjo kembali dirasakan sebagian masyarakat Wonogiri akhir-akhir ini.

Bau menyengat itu dirasakan di sebagian Kecamatan Wonogiri Kota dan Kecamatan Selogiri. Warga mengeluhkan bau menyengat itu melalui media sosial. Pasalnya, bau itu mulai dirasakan warga sejak dua tahun lalu. Namun, beberapa waktu lalu bau itu sudah menghilang.

Akan jadi Orang Pertama di Jateng yang Divaksin Covid-19, Begini Ungkapan Gubernur Ganjar 

Menanggapi hal itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, meminta masyarakat untuk melakukan permohonan dengan melayangkan surat kepada Pemkab Wonogiri. Selanjutnya, Pemkab akan menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

Jekek, sapaan akrab Joko Sutopo, mengatakan pada tahun lalu, bertempat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, PT RUM berkomitmen untuk mengatasi dampak polusi udara yang bersumber dari pabriknya, termasuk bau limbah.

Warga Cianjur Divonis 3 Tahun Bui Gegara Rekam 17 Menit Adegan Syur dengan Pacar

Perusahaan itu, kata dia, juga menyatakan akan melaporkan perkembangan upaya dalam mengatasi polusi udara secara rutin. "Setiap bulan kami selalu diberikan laporan perkembangannya. Kemudian kami bahas dengan Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Jekek mengaku dirinya juga ikut merasakan bau menyengat itu. "Saya akan memanggil DLH untuk membahas itu dengan dikaitkan laporan PT RUM setiap bulannya. Nanti akan kami lihat perkembangannya seperti apa. Apakah masih sesuai dengan komitmen atau tidak," kata Jekek.

Profil Chacha Sherly, Eks Trio Macan yang Meninggal di Usia 29 Tahun karena Kecelakaan

Wali Kota Solo Terbitkan SE Terbaru Soal Prokes, Begini Tanggapan Pengelola Toko Modern



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom