Batu Bata Merah Kuno Kembali Ditemukan di Gempol Klaten, Bagian Pagar Candi?
Lokasi temuan struktur batu bata merah kuno di area persawahan Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten. (Istimewa-Pegiat Cagar Budaya)

Solopos.com, KLATEN – Struktur batu bata merah kuno yang diduga menjadi bagian bangunan candi kembali ditemukan di area persawahan Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten.

Salah satu pegiat cagar budaya di Klaten, Hari Wahyudi, mengatakan struktur batu bata merah itu ditemukan beberapa hari yang lalu oleh warga setempat.

Struktur batu bata merah kuno itu ditemukan pada kedalaman 80 sentimeter dari permukaan tanah dan terdiri dari tiga lapis batu bata merah kuno yang diperkirakan memanjang ke arah timur laut.

10 Berita Terpopuler : Truk Terguling di Sragen hingga Temuan Ular di Benteng Vastenburg

Ukuran masing-masing batu bata merah diperkirakan panjang 36 sentimeter, lebar 23 sentimeter, dan tebal 10 sentimeter.

“Struktur batu bata merah yang terlihat melebar sekitar 1 meter terdiri dari empat baris batu bata merah yang membujur dengan arah sama,” kata Hari kepada Solopos.com, Kamis (14/1/2021).

Struktur batu bata merah kuno diduga merupakan bagian pagar keliling candi. Dugaan itu diperkuat dengan temuan batu bata merah berbentuk trapesium yang umumnya digunakan sebagai bagian atap pagar.

“Untuk luas keseluruhan belum bisa diketahui namun diperkirakan memanjang lebih dari 50 meter,” kata Hari.

3 Orang Meninggal, 24 Terluka, 2.000 Mengungsi Akibat Gempa Majene M 6,2

Lokasi temuan batu bata merah kuno itu tak jauh atau sekitar 50 meter dari lokasi temuan struktur batu bata merah kuno yang juga ditemukan di tengah sawah Desa Gempol. Diperkirakan, di area persawahan itu pernah berdiri candi.

Menindaklanjut laporan temuan struktur batu bata kuno tersebut, Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan, Rabu (13/1/2021).

Kajian Lebih Lanjut

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati, mengatakan lokasi temuan struktur batu bata merah kuno itu berada di sudut persawahan.

“Temuannya itu pada persawahan yang kebetulan terbuka untuk jalan air. Kemungkinan karena diguyur hujan, airnya mengalir deras hingga menggerus tanah dan membuka struktur batu bata itu,” jelas dia.

Ahli Epidemiologi: Vaksin Covid-19 Tak Bisa Gantikan Protokol Kesehatan

Susi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Disparbudpora Klaten segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Balai Arkeologi agar ada kajian lebih lanjut.

“Struktur yang terbuka itu ditutup kembali dengan tanah sawah. Ini dilakukan untuk mencegah orang-orang berdatangan hingga dikhawatirkan justru akan merusak sawah milik warga,” kata dia.

Pada pertengahan Desember 2020 lalu, ada temuan struktur batu bata merah kuno dengan masing-masing batu bata merah memiliki tebal 10 sentimeter, lebar 22 sentimeter, panjang 39 sentimeter.

Struktur batu bata merah kuno itu ditemukan pada gundukan tanah yang ada di area persawahan Desa Gempol.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom