Tutup Iklan

Batik Pemalangan, Coraknya Unik, Pewarnanya Alami Hlo

Batik Pemalangan memiliki corak yang unik dan khas yang dipadukan dengan pewarna dari bahan-bahan alami.

 Batik Pemalangan Bunga-Bunga, salah satu motif grombyang (instagram/@batikpemalang)

SOLOPOS.COM - Batik Pemalangan Bunga-Bunga, salah satu motif grombyang (instagram/@batikpemalang)

Solopos.com, PEMALANG —  Selain dikenal dengan jembatan lingkar dan beragam wisata alamnya, Kabupaten Pemalang rupanya juga memiliki batik khas yang menarik. Disebut sebagai Batik Pemalangan, motif batik yang dimiliki menggunakan pewarna dari alam yang membuatnya berbeda dari batik daerah lain.

Pewarna yang dipakai pada batik pemalangan biasanya dibuat dari kayu dan akar yang membuat warna batik lebih alami. Corak pada batik pemalangan belum terlalu banyak, namun sudah memiliki beberapa corak yang khas dan sudah dipatenkan, yaitu Kependak, Parang Curigo, Sawatranting, dan Gemek Satekem.

Namun saat ini pengrajin batik setempat telah mengembangkan kembali motif baru yang diambil dari makanan khas Pemalang, yaitu motif grombyang (Nasi Grombyang), manga istana, dan nanas madu. Selain itu juga ada motif yang tidak kalah unik, diambil dari tarian khas Pemalang, yaitu motif srinten.

Baca Juga:Bukit Jimat Pemalang Longsor, Fasilitas Wisata Taman Rancah Rusak

Pengrajin Batik Pemalangan

Dilansir dari Pemalangkab.go.id, Sabtu (2/10/2021), motif batik berkarakter makanan ini dibuat oleh pengusaha sekaligus pengrajin batik di Desa Jebed Utara, Kecamatan Taman, “Sekar Maggar.” Diharapkan batik-batik dengan motif lokal Pemalang ini bisa dikenal luas dengan menjadikan batik motif ini sebagai seragam karyawan.

Pemilik usaha, Slamet membuat batik ini bersama istrinya  bernama Puji. Mereka juga membuat batik modern atau perpaduan gaya klasik dan kekinian. Sedangkan untuk motif, selain mengusung kelokalan Pemalang, Slamet juga melayani kostumisasi dengan di mana pemesan dapat menginginkan karakter seperti apa yang diinginkan dalam batiknya. Dalam hal ini, pemesan membawa motif batik yang diinginkan.

Harga dari batik Sekar Maggar ni bervariasi, untuk batik modern harganya antara Rp150.000 hingga Rp175.000. Kalau setengah klasik harganya antara Rp200.000 hingga Rp300.000. Khusus batik klasik, Slamet mematok harga antara Rp400.000 hingga Rp450.000. Pemasaran yang dilakukan hanya sekitar Pemalang saja karena stok yang ada juga terbatas.

Baca Juga:Pemalang Masuk Kategori Lima Kabupaten Miskin Ekstrem di Jateng

Untuk mengerjakan usaha batiknya, Slamet mengaku hanya memperkerjakan sebanyak 20 pengrajin asal desanya saja, yakni ddua orang di rumahnya, dan sisanya dikerjakan di rumah masing-masing karyawan.

Para pengrajin cukup dikasih bahan, setelah selesai dikerjakan di rumah mereka, batik yang sudah jadi kemudian diantar ke rumah Slamet. Untuk Batik pola modern, lanjut Slamet, bisa selesai satu hari perlembar, untuk yang batik klasik satu lembarnya bisa selesai kerjakan selama satu bulan.

Didukung Pemkab Pemalang

Pesanannya kebanyakan berasal dari pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang sehingga dia berterimakasih kepada Pemkab Pemalang atas pesanan seragam batik yang dipercayakan kepadanya selama ini.

Baca Juga:Dikritik! Bupati Temanggung Bantah Isu Jual Beli Jabatan

Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang melalui Diskoperindag, seperti yang dituturkan Slamet sangat bagus. Karena tidak hanya melakukan pembinaan dari awal sampai akhir saja termasuk menyelenggarakan diskusi – diskusi, tapi juga membantu peralatan yang dibutuhkan. Selain diakui, usahanya juga didukung oleh pihak Pemerintah Desa yang juga turut membantu mengenalkan dan memasarkan hasil produknya.

Diceritakan Slamet, Ia bersama istrinya puji, mulai menekuni usaha batik sejak tahun 2007. Menurut Slamet, usahanya tersebut merupakan usaha turun – temurun dari keluarga istrinya, Ia bersama Puji istrinya yang merupakan keturunan keempat, hanya meneruskan usaha yang pernah digeluti oleh kakek neneknya. Selain dari Pemalang, pemesan batik tulis Sekar Manggar miliknya, juga ada yang dari Semarang, Kalimantan. Beberapa tahun lalu hasil batiknya pernah dipamerkan di Ekuador.


Berita Terkait

Berita Terkini

Korban Meninggal Kecelakaan Karambol Salatiga Polisi Berpangkat Bripka

Satu korban yang meninggal akibat kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga adalah polisi berpangkat Bripka.

Ditinggal Suami Merantau, Istri Main Serong dengan Oknum Polisi Pati

Seorang TKI asal Pati melaporkan oknum polisi dari Polsek Cluwak, Pati dengan tuduhan berselingkuh dengan istrinya sejak saat ia merantau ke Jepang.

Mbah Minto yang Tebas Pencuri Ikan Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengacara Mbah Minto menilai tuntutan JPU tak mempertimbangkan hukum sebab akibat. Apalagi usia Mbah Minto sudah sepuh.

Tuntut UMK Naik 16%, Buruh Jateng Ancam Geruduk Istana Presiden

Massa dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa atau demo menuntut UMK Jateng 2022 naik 16%.

Pemkab Grobogan Ajukan Raperda Yang Berlaku 30 Tahun, Tentang Apa?

Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang masa berlakunya 30 tahun ke DPRD Grobogan.

Hutan Pinus Sigrowong, Wisata Temanggung yang Bikin Hati Tenang

Hutan pinus Sigrowong di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan tempat wisata yang membuat hati dan pikiran tenang.

Diburu! Sopir Truk Tronton yang Picu Kecelakaan Karambol di Salatiga

Aparat Polres Salatiga saat ini tengah memburu sopir truk tronton yang menyebabkan kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga.

Gas Pol, Baznas dan Korpri Banjarnegara Gelar Vaksinasi Sasar 700 Warga

Baznas sekaligus mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu yang hadir. Bentuknya bahan makanan pokok seperti beras, minyak, dan gula.

Tanggul Sungai Jebol, Desa di Kudus Tergenang Banjir

Sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Dawe akibat hujan lebat pada Selasa (30/11/2021) dini hari.

Penipuan Modus Gendam di Semarang Diungkap, Korban Rugi Rp3 Miliar

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tersangka sindikat penipuan dengan modus gendam yang menggasak uang korbannya di Semarang mencapai Rp3 miliar.

Legenda Syekh Subakir & Asale Gunung Tidar Pakunya Tanah Jawa

Asale Gunung Tidar yang disebut sebagai paku bumi di Tanah Jawa diyakini berkaitan dengan sosok ulama bernama Syakh Subakir.

Misteri Gunung Tidar: Pakunya Tanah Jawa

Gunung Tidar yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, diyakini sebagai paku bumi Tanah Jawa.

Jateng Belum Berniat Tutup Tempat Wisata saat Libur Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng belum berencana menutup destinasi wisata di wilayahnya saat libur akhir tahun atau Nataru nanti.

Dua Pekan Operasi Zebra Candi 2021, 605 Kecelakaan Terjadi di Jateng

Ditlantas Polda Jateng mencatat selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 terdapat 605 kejadian kecelakaan di Jateng, dengan jumlah korban meninggal mencapai 31 orang.

Kronologi Kecelakaan Karambol Salatiga yang Sebabkan 1 Polisi Meninggal

Kecelakaan maut berupa tabrakan karambol terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/11/2021) malam.