Tutup Iklan

Batasan Usia Dicabut, Ini Poin-Poin Aturan SE Terbaru Wali Kota Solo

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru yang meniadakan aturan pembatasan usia anak-anak boleh mengunjungi mal, tempat wisata, dan tempat umum lainnya.

 Anak-anak usia di atas lima tahun berjalan bersama orang tuanya saat mengunjungi pusat perbelanjaan modern Solo Grand Mall (SGM), Solo, Rabu (6/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Anak-anak usia di atas lima tahun berjalan bersama orang tuanya saat mengunjungi pusat perbelanjaan modern Solo Grand Mall (SGM), Solo, Rabu (6/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo No 067/3529 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, Selasa (19/10/2021).

Salah satu perubahan signifikan pada SE ini dibandingkan SE sebelumnya yakni peniadaan aturan pembatasan usia anak-anak boleh berkunjung ke destinasi wisata, mal, pusat perbelanjaan, dan pusat perdagangan. Pada SE sebelumnya, hanya anak usia 5 tahun ke atas yang boleh masuk mal.

Sementara objek wisata hanya diperbolehkan untuk anak usia 12 tahun ke atas. Kini, dalam SE yang berlaku hingga Senin (1/11/2021) itu, batasan usia tersebut ditiadakan. Anak-anak usia berapa pun boleh mengunjungi mal, tempat wisata, pusat perbelanjaan/perdagangan.

Baca Juga: Masuk TSTJ Solo Tak Dibatasi Usia, Tingkat Kunjungan Langsung Melonjak

Pelonggaran tanpa batasan usia juga berlaku untuk kunjungan ke fasilitas umum, yakni area publik, taman umum, tempat wisata umum, museum, tempat hiburan dan area publik lainnya.

Poin-Poin Aturan

Kendati begitu tetap ada pembatasan terkait aktivitas di tempat publik tersebut. Berikut poin-poin aturan dalam SE Wali Kota Solo No 067/3529 tentang PPKM Level 2 yang berlaku 19 Oktober-1 November 2021

  • Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, museum, tempat hiburan dan area publik lainnya) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dengan menerapkan:
    1) mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan dan/atau kementerian/lembaga terkait;
    2) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai; dan
    3) Pengunjung usia di bawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk ke tempat wisata yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan syarat didampingi orang tua/wali
  • Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan ketentuan :
    1) Kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen);
    2) Menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
    3) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi;
    4) Pengunjung usia dibawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua/wali.
  • Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dengan ketentuan :
    1) Diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dari pukul 10.00 WIB – 21.00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan;
    2) Pengunjung usia dibawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua/wali;
    Untuk tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua/wali harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing.

Baca Juga: Klaster PTM Solo Meluas, 12 Siswa SMP Terpapar Covid-19

Klaster Covid-19 Sekolah

SE terbaru Wali Kota Solo yang berisi sejumlah pelonggaran tersebut terbit meski di saat bersamaan muncul klaster Covid-19 dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) lima SD.

“Ya, kami masih menunggu perkembangan hasil tracing. Kalau hasilnya setop dan kasusnya tidak berkembang, ya pelonggaran tetap diteruskan. Kecuali kalau kasusnya meluas, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami di SE berikutnya. Pelonggaran itu menyesuaikan Instruksi Menteri Dalam Negeri [Inmendagri],” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (20/10/2021).

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, membenarkan perubahan sebagian aturan tersebut. Namun, secara garis besar poin-poin dalam SE itu hampir sama dengan dua pekan lalu. Temuan klaster sekolah menjadi bahan evaluasi untuk SE berikutnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

+ PLUS Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

Bagi perusahaan siber, privasi, keberlanjutan, perlindungan hukum, dan keamanan fisik berjalan beriringan dengan kepercayaan karena semuanya saling berhubungan.

Berita Terkini

Tetap Bugar di Usia 89 Tahun, Inilah Resep dari Mbah Gandung Klaten

Walau sudah berusia 89 tahun, Mbah Gandung tetap sehat sehingga terus membuka Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Pengusaha Jersey Wonogiri Peraih Penghargaan PLN Punya 80.000 Reseller

Pengusaha jersey asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, yang meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), ternyata memiliki 80.000 reseller.

Bupati Karanganyar: Anak Down Syndrome Pasti Punya Kelebihan Luar Biasa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan para orang tua yang memiliki anak down syndrom harus menerima dengan senang dan ikhlas. Sebab, buah hati itu adalah titipan dari Tuhan dan pasti memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Layanan Prodia Mobile Paling Diminati

Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.