Batang Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Suasana simulasi pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (26/1/2021). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kabupaten Batang mulai menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Senin (8/3/2021). PTM diawali Pemkab Batang mulai dari tingkat sekolah dasar.

Bupati Batang, Wihaji, mengatakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah itu sebagai permulaan akan diterapkan di lingkungan sekolah dasar (SD). “Iya [Senin mulai pembelajaran tatap muka], tapi khusus untuk daerah yang zona hijau. Untuk sementara SD dulu,” tutur Wihaji kepada Semarangpos.comgrup Solopos.com, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga: PSIS Semarang Dipastikan Bisa Pakai Stadion Jatidiri

Dikutip dari situs web corona.batangkab.go.id, ada sejumlah desa di Kabupaten Batang yang memang sudah masuk kategori zona hijau Covid-19. Desa itu yakni Desa Gerlang, Desa Kembanglangit, Desa Pesantren, Desa Besani yang berada di Kecamatan Blado. Kemudian Desa Semampir dan Desa Pacet di Kecamatan Reban. Serta, Desa Wanar dan Desa Sidalang di Kecamatan Tersono dan Desa Candi di Kecamatan Bandar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya telah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 1.500 tenaga pendidikan sebagai salah satu persiapan menggelar pembelajaran tatap muka. “Terkait pembelajaran tatap muka, untuk tahap pertama 1.500 tenaga pendidikan telah divaksin. Pembelajaran tatap muka nanti kita kombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam satu kelas akan dibagi tiga. Lalu, ada dua kali pertemuan selama sepekan untuk tiap anak,” terang Taufik.

Setahun Terakhir

Taufik mengatakan digelarnya pembelajaran tatap muka saat ini dirasa sangat mendesak. Hal ini lantaran pendidikan jarak jauh yang telah berjalan selama satu tahun terakhir dirasa tidak efektif.

PJJ, lanjut Taufik kerap menimbulkan permasalahan mulai dari koneksi jaringan Internet hingga tidak adanya pendampingan bagi siswa untuk menerima pembelajaran. "Banyak masalah yang muncul. Kebanyakan orang tua sibuk bekerja, sehingga tidak bisa memantau anaknya belajar,” terangnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom