Tutup Iklan -->
Baru Dua Alat Tes Covid-19 yang Direkomendasikan WHO
ilustrasi rapid test corona atau covid-19 (Antara)

Solopos.com, SOLO – Tak semua alat tes efektif dan teruji klinis mendeteksi virus corona Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan dua alat tes Covid-19 yang dianggap paling akurat mendeteksi virus SARS-Cov-2 itu.

Dua alat itu adalah genesig Real-Time PCR Coronavirus dan cobas SARS-CoV-2 Qualitative assay for use on the cobas® 6800/8800 Systems. Dua alat tersebut telah masuk ke dalam daftar alat uji darurat atau Emergency Use Listing (EUL).

Laboratorium RS UNS Solo Segera Layani Tes Swab PCR Pasien Corona

"Dengan masuknya dua alat ini dalam daftar penggunaan darurat memungkinkan banyak negara untuk meningkatkan kapasitas tes dengan kualitas yang terjamin (akurat, red)," kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Obat-Obatan dan Produk Kesehatan, Dr Mariangela Simao lewat pernyataan tertulis di laman resmi WHO sebagaimana dikutip Antara, Rabu (8/4).

Dalam pernyataan tertulis WHO, genesig Real-Time PCR Coronavirus (Covid-19) merupakan alat uji Covid-19 buatan Primerdesign, perusahaan bio-teknologi asal Inggris yang menciptakan banyak produk uji PCR (Polymerase chain reaction) secara langsung (real time) dan kuantitatif.

Wisata Tutup, Pemkab Klaten Kehilangan Pendapatan Rp200 Juta/Bulan

Alat itu, menurut WHO, dapat digunakan dalam laboratorium dengan kapasitas pengujian sampel yang moderat atau menengah.

Alat Tes Covid-19

Sementara itu, cobas SARS-CoV-2 Qualitative assay for use on the cobas 6800/8800 Systems, merupakan alat uji buatan Roche, perusahaan bio-teknologi asal Amerika Serikat, cocok digunakan di laboratorium yang berukuran dan berkapasitas lebih besar.

Dua alat itu telah lolos rangkaian pemeriksaan dan tes dari sejumlah ahli WHO yang telah mencari alat uji Covid-19 untuk situasi darurat sejak akhir Januari tahun ini.

Orang Tanpa Gejala Kebanyakan Pemuda, Kelihatan Sehat Tapi Bisa Tularkan Virus Corona

Lewat pengumuman mengenai EUL secara terbuka, WHO mengundang perusahaan bioteknologi untuk mengirim proposal mengenai alat ujinya agar dapat ditelaah lebih jauh oleh pakar dari WHO.

EUL merupakan prosedur yang ditetapkan WHO untuk mempercepat pengadaan alat uji Covid-19 di tengah situasi darurat kesehatan.

"Langkah itu ditujukan untuk membantu lembaga pengadaan dan negara-negara mencari alat yang akurat di tengah banyaknya pilihan yang tersedia. Proses pemeriksaan yang dilakukan membuat kualitas dan performa produk terjamin baik," ujar WHO lewat pernyataan tertulisnya.

Selamat Jalan Glenn Fredly, Musisi Spesialis Lagu Romantis

Sejak Covid-19 mewabah pertama kali di Kota Wuhan, China pada akhir tahun lalu, sampai hari ini WHO mencatat kasus positif telah ditemukan pada 1.317.130 di 202 negara dan wilayah. Dari total pasien, 74.304 di antaranya meninggal dunia, sementara lebih dari 300.000 pasien dinyatakan sembuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho