Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto, menghadiri prosesi wisuda taruna taruni API Madiun, Selasa (3/9/2019). (Madiunpos.com-AbdulJalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 110 taruna taruni Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun diwisuda, Selasa (3/9/2019) di Kampus API Madiun. 

Taruna taruni ini sebagian besar sudah terserap di dunia kerja. Terutama memperkuat SDM di sejumlah perusahaan operasional kereta api di Indonesia, seperti PT MRT dan PT LRT. 

API Madiun memiliki empat program pendidikan yaitu D3 Teknik Elektro Perkeretaapian, D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian, D3 Teknik Mekanika Perkeretaapian, dan D3 Teknik Bangunan Jalur Perkeretaapian.

Direktur API Madiun, Jamaludin, mengatakan para lulusan API ini menjadi prioritas di Kementerian Perhubungan. Para lulusan ini memang disiapkan untuk menjadi tenaga terampil di bidang perkeretaapian. Termasuk untuk mengisi posisi di kereta MRT dan LRT Jabodebek. 

Dia menuturkan saat ini pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas para taruna dan taruni. Lulusan tahun ini merupakan lulusan angkatan ketiga. Saat ini jumlah lulusan API Madiun sebanyak 500 orang  

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto, mengatakan saat ini masih banyak dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan kereta api. Dalam waktu dekat ini setidaknya dibutuhkan sekitar 1.000 SDM untuk ditempatkan di sejumlah posisi di perusahaan operasional kereta api nasional. 

Dia menyebut ada sejumlah operator perkeretaapian yang memesan atau inden untuk memenuhi kebutuhan SDM. Kebutuhan SDM ini semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya, karena pemerintah akan mengembangkan jaringan perekeretaapian hingga 10.000 km dari Sumatera hingga Papua. 

"Jadi API Madiun ini tidak hanya menciptakan lulusan saja. Tetapi juga melakukan penelitian untuk memajukan perkeretaapian di Indonesia," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten