Baru 50% Sumber Pakan Terpakai, Potensi Peternakan Temanggung Terbuka
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengamati sejumlah kambing pada gelar potensi peternakan Kabupaten Temanggung, Jateng. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Potensi sektor peternakan Kabupaten Temanggung terbuka lebar mengingat baru 50% sumber pakan ternak di wilayah itu yang sudah dimanfaatkan.

“Artinya untuk pengembangan peternakan yang efisien dan ekonomis masih sangat terbuka," kata Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq dalam Forum Komunikasi Peternakan, Kontes Ternak, dan Gelar Potensi Peternakan Kabupaten Temanggung 2018 di Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018).

Ketersediaan pakan ternak di Temanggung, terang dia, melimpahnya seiring tersedianya limbah hijauan tanaman pangan yang dapat menjadi sumber pakan ternak, seperti jerami padi, jerami jagung, jerami palawija dan lain-lain. Potensi pakan ternak itu, menurut dia tersedia sepanjang tahun. Jumlahnya tak kurang dari 125.000 animal unit.

Kabupaten Temanggung, tegasnya, merupakan kabupaten yang mempunyai potensi peternakan yang besar karena didukung oleh ketersediaan sumber daya alam, seperti lahan, air, dan kesesuaian agroklimat untuk kegiatan peternakan. Baik itu untuk ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, domba, maupun ternak jenis unggas.

Daya dukung sumber daya manusia, lanjutnya, secara tradisional beternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem usaha tani masyarakat Temanggung. Kebiasaan seperti ini, menurut dia tidak dapat dilepaskan dari tujuan petani memelihara ternak yang pada umumnya sebagai tabungan, sebagai tenaga kerja untuk membantu mengolah lahan, dan juga sebagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Teknologi untuk mendukung pengembangan agribisnis ternak, lanjut Bupati Muhammad Al Khadziq, cukup tersedia. Baik untuk pembibitan dengan teknologi inseminasi buatan (IB), penggemukan dengan teknologi pakan fermentasi, maupun penanganan kesehatan hewannya. Hal itu didukung ketersediaan tenaga paramedis ataupun medis kesehatan hewan yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung.

Sektor peternakan di Temanggung, sambungnya, didukung pula dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin merambah wilayah perdesaan di tanah air. Kondisi itu memudahkan petani untuk mengakses sumber-sumber teknologi dan inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi usaha tani.

Permintaan dari konsumen lokal maupun luar daerah terhadap ternak dan hasil ternak terus meningkat sehingga peternak tidak perlu khawatir karena peluang pasar masih terbuka. "Oleh karena itu sudah seharusnya potensi-potensi yang ada harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan peternakan agar dapat menyejahterakan masyarakat Temanggung," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom