Warga melintasi baliho sosialisasi tahapan pilkades Kudus. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Baru 49 dari 116 desa di Kabupaten Kudus mengajukan pencairan dana bantuan Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019. Padahal, pemungutan suara pilkades serentak di Kudus itu dijadwalkan 19 November 2019 atau kurang dari sebulan lagi.

"Jumlah itu per 25 Oktober 2019. Kami perkirakan jumlah desa yang mengajukan bantuan pencairan dana bantuan pilkades akan terus bertambah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto di Kudus, Jawa Tengah, Senin (28/10/2019).

Pemerintah desa tidak bisa hanya mengandalkan alokasi dana desa (ADD) untuk pembiayaan pilkades karena anggarannya masih kurang sehingga membutuhkan dana bantuan dari Pemkab Kudus. Nilai bantuan yang diterima masing-masing desa, sebut Kantor Berita Antara, Selasa (29/10/2019), bervariasi.

Penghitungan dana bantuan itu didasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus dengan asumsi per orang yang memiliki hak pilih mendapatkan bantuan Rp15.000. Bantuan tiap-tiap desa itu juga disesuaikan jumlah warga yang pada tanggal 17 November 2019 memiliki hak pilih.

Adapun total anggaran bantuan dana untuk pilkades serentak di 116 desa senilai Rp9,28 miliar. Dari 116 desa, alokasi bantuan dana pilkades terbesar untuk Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae yang nilainya Rp187,77 juta, sedangkan paling rendah untuk Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan Rp14,54 juta.

Berdasarkan pemberitaan terakhir, dari 116 desa terdapat satu desa, yakni Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan yang batal melaksanakan pilkades pada tahun ini. Pasalnya, pendaftar calon kepala desa yang melengkapi berkas hanya satu dari tiga orang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten