Warga RT 003/ RW 009, menunjukkan mainan yang copot tersebut, Rabu (27/2/2019). (Solopos-Ratih Kartika)

Solopos.com, SOLO -Satu mainan yang baru 1,5 bulan dipasang di Taman Gajah Putih di RT 003/RW 009, Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo copot. Hingga Rabu (27/2/2019) mainan tersebut masih disimpan di depan rumah Ketua RT 003/RW 009.

Ketua RT 003/RW 009, Sri Sudarini, mengatakan satu mainan berbentuk jungkat-jungkit berbentuk kuda tersebut sudah patah sejak November 2018. Jungkat-jungkit yang patah tersebut sudah dilaporkan ke dinas lingkungan hidup (DLH) Solo. Akan tetapi belum ada kepastian untuk perbaikan mainan tersebut.

"Jungkat-jungkitnya ada dua. Yang satu sudah copot, yang satunya masih terpasang. Yang copot itu sekarang sudah dibenarkan, tapi jungkat-jungkitnya tidak berani kami pasang karena takut salah. Taman itu juga masih dalam tahap perawatan oleh kontraktor setelah dibangun," kata Sri saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Warga masih menunggu penyerahan taman tersebut dari Pemkot ke warga RT 003. Apabila belum ada perbaikan sampai diserahkan kepada warga, kemungkinan secara swadaya warga akan membenahi mainan yang copot tersebut. Hal itu dapat terlihat dari kontraktor yang belum pernah datang untuk membicarakan tahapan perawatan bersama RT setempat.

"Nanti kalau sudah diserahkan ya mungkin akan ada perbaikan dari kami sendiri. Kalau melihat kontraktor yang belum pernah ke sini dan bertemu saya sebagai RT. Semoga segera diperbaiki, karena kami juga sudah bilang ke DLH," jelas Sri.

Seksi pembangunan RT 003/RW 009, Kariman, mengatakan setelah satu jungkat-jungkit tersebut copot, dia kemudian menata bagian dari jungkat-jungkit yang copot tersebut agar tidak membahayakan anak-anak yang ingin bermain di taman tersebut. Selain itu, satu jungkat-jungkit yang tersisa saat ini dibenarkan bagian tumpuannya agar tidak terlalu jatuh ke dalam saat mainan tersebut digunakan.

"Makanya saya kasih tandem. Biar kalau anak-anak bermain aman. Posisi tidak terlalu jatuh ke bawah dan saat naik tidak terlalu tinggi," jelas Kariman kepada Solopos.com, Rabu.

Tanaman tersebut juga dirawat warga setempat. Lingkungan yang kotor juga rutin dibersihkan. Tempat tersebut juga diperbolehkan untuk tempat memancing. Warga setempat juga aktif mengawasi sampah-sampah yang dibuang di kali tersebut.

"Kalau untuk mengubah kami belum berani. Kami pernah memangkas dahan saya dimarahi Dinas Lingkungan Hidup. Tapi kok dalam masa perawaran selama enam bulan enggak pernah dirawat atau ditengok kontraktornya ya?" jelas Sri.

Taman tersebut juga sering dibersihkan oleh anggota Kelompok Kerja (Pokja) Kali di bagian taman, pinggir kali dengan disapu dan bagian sungai sampah-sampah juga rajin dibersihkan. Rencananya taman tersebut juga dibuat tempat untuk memancing atau tempat berjualan warga setempat untuk menambah pendapatan. Akan tetapi gayung belum bersambut, ketua RW terdekat belum mengiyakan.

"Enggak tahu mungkin nanti rencanya habis pemilu mungkin. Yang penting ada rencananya dulu. Kayak pas ada lilin apung itu," ujar Sri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten