Baru 1 Jam Tiba di Lokasi Banjir Banten, Sang Ayah Terima Kabar Kematian Asta
Siswa MaTsN 2 Solo melayat Asta Gizzah Annajwa di rumah duka ganden RT 005/RW 008, Banaran, Grogol, Sukoharjo, Senin (13/1/2020). (Solopos.M. Aris Munandar)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jenazah Asta Gizzah Annajwa, 14, warga Nganden RT 005/RW 008, Banaran, Grogol, Sukoharjo, dimakamkan Senin (13/1/2020) siang, di Astana Nganden Warung Cikal, Banaran, Grogol.

Prosesi pemakaman gadis yang meninggal karena mengalami kecelakaan lalu lintas di Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (12/1/2020), dihadiri warga sekitar serta ratusan teman dan guru sekolah Asta, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Solo.

Selain itu, teman dari Ayah Asta, Beni Nuryanto, yang tergabung dalam Komunitas Relawan Independen (KRI) dari berbagai daerah juga turut melayat.

Di depan rumah duka, terdapat ucapan bela sungkawa berbentuk karangan bunga dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Ketua KRI Sukoharjo, Aris Dwi, mengatakan ayah Asta, Beni Nuryanto, tengah menjalankan tugas kemanusian di Banten untuk membantu korban banjir saat mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa Asta.

"Beni itu baru saja datang di Banten satu jam, baru pesan kopi. Kemudian ada kabar bahwa anaknya meninggal akibat kecelakaan. Keluarga menjemput Beni Minggu malam pukul 22.00 WIB," terang Aris.

Paman Asta, Joko Purwoto, mengatakan pihak keluarga mendapatkan informasi Asta mengalami kecelakaan dan meninggal dunia dari anggota KRI. Jenazah Asta tiba di rumah duka pada Minggu pukul 16.00 WIB.

"Pastinya keluarga terkejut dengan informasi tersebut. Karena pagi hari ia hanya pamit akan ke car free day [CFD] Solo. Tetapi kejadiannya justru di Tawangmangu, Karanganyar," kata dia saat ditemui solopos.com di rumah duka, Senin.

Menurutnya, sejak SD Asta sudah bisa mengendarai sepeda motor. Tetapi terkadang saat berangkat sekolah masih diantar ayahnya.

Dia menjelaskan Asta sering diajak ayahnya melakukan bakti sosial di beberapa daerah.

Selama ini, tambah Joko Purwoto, Asta dikenal sebagai anak yang baik. Setiap hari, Asta selalu salat dan mengaji di masjid.

"Tentunya keluarga sedih atas kepergiannya. Tetapi kami semua sudah ikhlas, karena sudah menjadi takdir. Sebagai orang yang berpegang teguh terhadap agama, kami pasrahkan semua kepada Allah," kata Joko.

Diberitakan, Asta Gizzah mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari mengikuti kegiatan tanam pohon massal di Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (12/1/2020) pagi.

Saat itu, Asta berboncengan dengan temannya, Anisa, 14, warga RT 002/RW 005 Gatak, Grogol, Sukoharjo. Asta meninggal dunia sedangkan Anisa mengalami luka di kaki dan saat ini dirawat di RS dr. Oen Solo Baru.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho