Barikade Water Barrier Penutup Jalan di Sukoharjo Sering Digeser Warga, Kini Diikat Pakai Bambu & Kawat

Barikade water barrier penutup jalan di Sukoharjo dengan bambu dan kawat agar tak mudah digeser pengguna jalan di lokasi penyekatan.

 Water barrier diikat dengan bambu dan kawat agar tak mudah digeser pengguna jalan di simpang empat Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (17/7/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Water barrier diikat dengan bambu dan kawat agar tak mudah digeser pengguna jalan di simpang empat Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (17/7/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo dan Satlantas Polres Sukoharjo mengikat barikade water barrier dengan bambu dan kawat agar tak mudah digeser pengguna jalan di lokasi penyekatan. Belakangan diketahui para pengguna jalan kerap menggeser barikade water barrier yang tak dijaga petugas itu.

Pantauan Solopos.com, Sabtu (17/7/2021), barikade water barrier di simpang empat Mandan diikat dengan bambu dan kawat. Dengan demikian barikade water barrier itu tak lagi mudah digeser para pengguna jalan. Sebelumnya, para pengguna jalan menggeser beberapa water barrier sehingga bisa dilewati kendaraan bermotor.

Hal itu dibenarkan oleh pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro. Dia mengatakan water barrier di sejumlah lokasi penyekatan ruas jalan yang tidak dijaga petugas sering digeser pengguna jalan. Misalnya, simpang empat Mandan dan simpang empat Joho.

Baca juga: Geger Video Maria Vania Buka Baju, Tatonya Bikin Salah Fokus

Petugas lantas mengikat barrier berisi air dengan bambu dan kawat agar tak mudah digeser oleh pengguna jalan. “Hanya beberapa ruas jalan yang dijaga petugas gabungan selama 24 jam yakni simpang tiga Jalan Rajawali dan simpang empat Patung Jamu. Pengguna jalan menggeser water barrier di ruas jalan yang tidak dijaga petugas,” kata dia, Sabtu.

Saat patroli pada malam hari, petugas membenahi water barrier yang digeser pengguna jalan. Namun, keesokan harinya water barrier kembali digeser oleh pengguna jalan.

Toni memahami penyekatan belasan ruas jalan di tiga wilayah yakni pusat kota Sukoharjo, Solo Baru, dan Kartasura menghambat para pengguna jalan. Mereka harus mencari jalan alternatif melewati jalan perkampungan atau memutar arah.

“Esensi penyekatan ruas jalan adalah menekan mobilitas masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah. Hasilnya, mobilitas masyarakat berhasil ditekan hingga 30 persen,” ujar dia.

Baca juga: Greget Kembangkan Jamu dari Sukoharjo

Selain menyekat ruas jalan, pemerintah juga menambah lokasi pemadaman aliran listrik lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah lokasi keramaian pada malam hari. Misalnya, Alun-alun Satya Negara, simpang empat Patung Jamu-simpang lima atau Proliman Sukoharjo, kawasan Patung Kuda dan sekitar The Park Mall, Solo Baru. Saat ini, pemadaman lampu PJU merambah ke ruas jalan di daerah seperti Kecamatan Polokarto dan Mojolaban. Berbagai upaya dilakukan untuk menahan laju persebaran pandemi Covid-19.

“Penyekatan arus jalan dilakukan selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Jika masa PPKM Darurat diperpanjang otomatis penyekatan ruas jalan juga mengikuti,” papar dia.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Heldan Pramoda Wardhana, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menyatakan pekerja sektor esensial dan kritikal yang mengantongi Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) diperbolehkan melewati ruas jalan yang disekat. Misalnya, para tenaga kesehatan (nakes) hingga petugas pengangkut sampah. Dia meminta masyarakat beraktivitas di dalam rumah demi memutus mata rantai penularan Covid-19.


Berita Terkait

Berita Terkini

Asyik, 3.500 PKL dan Pemilik Warung Wonogiri Cairkan Bantuan Rp1,2 Juta

Sebanyak 3.500 pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Wonogiri bisa mencairkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat senilai Rp1,2 juta melalui Polres Wonogiri.

Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan pemerintahan dengan menunjukkan kartu vaksin.

BTN Syariah Solo Hibahkan Ambulans ke RS Ortopedi

PT Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk terus berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program CSR.

Dapat Teror Pinjol, Wong Solo Diminta Lapor Satgas Khusus Polresta

Kapolresta mengimbau wong Solo yang merasa mendapat teror atau intimidasi dari dept collector atau penagih utang pinjol bisa melapor ke satgassus melalui call center.

Round Up Klaster Covid-19 PTM Solo, Pukulan Berat di Tengah Pelonggaran

Klaster Covid-19 PTM di sekolah Kota Solo menjadi pukulan berat di tengah berbagai pelonggaran dan upaya pemulihan kehidupan masyarakat.

Terbaik Se-Soloraya, Pemkot Solo Raih Penghargaan WTP Kali Ke-11

Pemkot Solo mendapat plakat penghargaan atas raihan opini WTP kali ke-11 atas laporan pengelolaan keuangan daerah tahun 2020.

Kenaikan Jenjang, 12 Anggota Specta UIN Surakarta Jelajahi Sumatra

Tim ekspedisi yang berjumlah 12 anggota menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan bus.

Anggota Bhayangkari Sukoharjo Tebar 11.000 Benih Nila di Waduk Mulur

Selain melaksanakan tebar benih ikan, Bhayangkari Cabang Sukoharjo juga membersihkan sampah di sekitaran Waduk Mulur.

5 Komoditas Pertanian Ini Jadi Andalan Ekspor Sukoharjo Lho, Apa Saja?

Lima komoditas pertanian menjadi andalan Kabupaten Sukoharjo di pasar internasional atau ekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Solo, Tes Acak bakal Diperluas

Satgas Penanganan Covid-19 Solo bakal memperluas tes acak di sekolah lain yang menyelenggarakan PTM untuk antisipasi dini klaster penularan virus corona.

Peringatan Maulid Nabi ala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Siswa SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menulis sosok kisah Nabi Muhammad dan akan membukukan karya murid tersebut.

Tak Ada Temuan Siswa Positif Covid-19 saat PTM di Sragen

Disdikbud Sragen mengusulkan menambah durasi jam pelajaran untuk PTM yang semula tiga jam menjadi empat jam/hari untuk mengejar ketertinggalan materi.

Keren, STT Warga Vaksinasi Ribuan Warga Sukoharjo

STT Warga mendapat apresiasi dari Polres Sukoharjo karena membantu percepatan vaksinasi Covid-19, tidak hanya warga kampus tapi juga masyarakat umum.

Pemkab Wonogiri Atur Strategi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Tahun

Selain masalah kesehatan, Pemkab Wonogiri perlu memperhatikan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan sosial.

Event Pameran Dongkrak Transaksi Solo Great Sale 2021

Penyelenggaraan event pameran seperti Ekraf Mart 2021 dan BUMN-UMKM Great Sale 2021 turut mendongkrak transaksi Solo Great Sale.