Kategori: Sepak Bola

Barcelona dan Madrid Malah Loyo Jelang El Clasico


Solopos.com/Chrisna Chaniscara

Solopos.com, MADRID — Amat jarang Barcelona dan Real Madrid kompak menelan kekalahan tanpa mencetak satu gol pun dalam sebuah pekan di Liga Primera Spanyol.

Kali terakhir kedua tim raksasa tersebut mengalaminya yakni pada jornada ke-22 musim 2000/2001. Saat itu Madrid kalah 0-1 dari Athletic Bilbao, sedangkan Barcelona dipermalukan Racing Santander dengan skor 0-4.

Sejarah Ujian Nasional: Awalnya Bernama Ujian Penghabisan sampai Ebtanas di Era 1990-an

Momen langka itu akhirnya berulang 20 tahun kemudian, tepatnya di pekan kelima musim ini. Madrid secara mengejutkan ditekuk tim promosi Cadiz dengan skor 0-1 di Estadio Alfredo di Stefano, Sabtu (17/10/2020). Adapun Blaugrana menyerah dengan skor serupa dari Getafe di Coliseum Alfonso Perez, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB.

Performa loyo dua seteru tersebut terjadi justru menjelang duel El Clasico di Camp Nou, 24 Oktober 2020. Padahal di empat pekan awal, Los Blancos tampil cukup istimewa dengan memborong 10 poin untuk menghuni singgasana klasemen sementara. Sementara itu, kekalahan dari Getafe membuat Lionel Messi dkk. belum mampu keluar dari papan tengah dengan tujuh poin dari empat laga.

Layak Kalah

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, menilai timnya memang layak kalah dari Cadiz. Di babak pertama, performa Luka Modric dkk. begitu buruk sehingga tim tamu mampu mencetak gol via Anthony Lozano di menit ke-16. Cadiz bahkan bisa menambah keunggulan jika peluang Alvaro Negredo di awal laga tak dihalau Sergio Ramos tepat di garis gawang.

Thibaut Courtois juga membuat penyelamatan gemilang dengan menepis sepakan jarak jauh Juan Cala di menit ke-14. “Jika Anda tidak memulai dengan awal yang baik, segalanya bisa menjadi perjuangan berat dan itulah yang terjadi malam ini,” ujar Zidane dilansir Marca.

Umbul Ponggok & Umbul Manten Klaten Segera Buka, Jangan Lupa Protokol Kesehatan

Di sisi lain, Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, menyalahkan wasit yang memberi penalti pada Getafe usai Frenkie de Jong dianggap melanggar Djene Dakonam di kotak terlarang. Jaime Mata yang menjadi algojo sukses mengonversi penalti menjadi gol tunggal di laga tersebut.

Koeman turut mengeluhkan kerasnya permainan Getafe. “Mereka terus mengganggu dengan pelanggaran,” gerutu pelatih asal Belanda itu.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi