Banyak Warga Sragen Ajukan Izin Hajatan, Ini Aturannya Sesuai Instruksi Bupati

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyebut saat ini sudah banyak warga yang mengajukan izin menggelar kegiatan hajatan.

 Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyebut saat ini sudah banyak warga yang mengajukan izin menggelar kegiatan hajatan.

PromosiPBNU dan KND Sepakati Gerakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Bupati menilai salah satu hal yang patut diwaspadai setelah penurunan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level empat ke tiga adalah kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan hajatan atau jagongan menjadi fokus perhatian dari Satgas Penanggulangan Covid-19 mulai dari kabupaten, kecamatan hingga desa.

Baca Juga: Jadi Vaksinator, Bupati Sragen Sempat Peluk Siswa SMP yang Takut Jarum Suntik

“Kegiatan sosial kemasyarakatan harus diwaspadai. Fokusnya ke kegiatan jagongan. Satgas harus bisa lebih ketat lagi dalam mengawasi pelaksanaan prokes [protokol kesehatan] mengingat kegiatan sosial kemasyarakatan sudah bisa dimulai,” papar Bupati saat ditemui wartawan di SMPN 5 Sragen, Jumat (10/9/2021).

Dalam Instruksi Bupati Sragen No. 360/399/038/2021 tentang PPKM level tiga disebutkan, kegiatan hajatan atau kegiatan sejenis bisa dilaksanakan dengan sejumlah batasan yakni maksimal diikuti 20 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dilarang membuka masker selama acara masih berlangsung, dilarang merokok hingga makan dan minum.

Makanan dan minuman untuk tamu disajikan dalam kemasan supaya bisa dibawa pulang. Hajatan hanya dilaksanakan pada siang hari dengan durasi maksimal dua jam. Tidak dibolehkan mengadakan hiburan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, aktivitas berjoget maupun mabuk-mabukan.

“Untuk sanksi pelanggaran prokes tertuang dalam raperda yang sekarang masih dalam proses di DPRD. Materi sudah kami serahkan. Tapi, mereka perlu studi banding dahulu,” papar Bupati.

Protokol Kesehatan

Selain meningkatkan sosialisasi terkait protokol kesehatan, Pemkab Sragen juga bakal menguatkan testing, tracing dan treatment atau 3T. Testing dilakukan dengan target 635 orang/hari. Tracing dilakukan hingga lebih dari 15 kontak erat di tiap kasus terkonfirmasi positif. Sementara treatment pengobatan perlu dilakukan secara komprehensif sesuai dengan tingkat gejala yang dialami warga.

Baca Juga: Jam Mengajar Saat PTM Hanya 25 Menit per Mapel, Guru di Sragen Dituntut Kreatif

Sementara itu, Kapolsek Kota Sragen, AKP Mashadi, mengakui saat ini sudah ada tiga warga yang mengajukan izin menggelar hajatan. Beberapa warga lain baru sekadar konsultasi terkait aturan kegiatan hajatan selama berlangsungnya PPKM level tiga. Dalam hal ini, polisi tidak serta merta memberikan izin warga menggelar hajatan.

“Aturannya kita sesuaikan dengan Instruksi Bupati yang ada pada saat ini. Pemohon harus buat surat pernyataan sesuai Instruksi Bupati. Apabila melanggar ya harus siap dibubarkan oleh Satgas Penanggulangan Covid-19,” tegas AKP Mashadi.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

+ PLUS Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

Pencanangan 2022 sebagai tahun toleransi menemukan momentum tepat. Segregasi sosial dan pertentangan luas di masyarakat akibat politik identitas pada 2017 dan 2019 tidak boleh terulang pada 2024.

Berita Terkini

Tepergok Curi Kotak Amal di Sukoharjo, Pria Matesih Diamankan Polisi

Setelah diinterogasi oleh saksi, pelaku kemudian mengakui telah nekat mencuri kotak amal masjid.

Gibran Ingin Sentra IKM Pasar Mebel Gilingan Solo Dibikin Seperti IKEA

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ingin agar sentra IKM di lahan Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, bisa dibangun menjadi seperti IKEA.

Desa Wisata di Klaten Harus Bersinergi, Jangan Saling Bunuh

Setiap desa yang memperoleh SK Bupati Klaten dapat menjadi pelopor pengembangan wisata di desa dan di sekitar desa.

Giliran Partai Gerindra Sragen Laporan Edy Mulyadi ke Polisi

Anggota DPRD dan pengurus DPC Partai Gerindra Sragen melaporkan Edy Mulyadi ke Polres Sragen dengan tuduhan menghinda dan mencemarkan nama baik Prabowo Subianto.

Tenaga Honorer akan Dihapus, Jekek: Wonogiri Sebenarnya Masih Butuh

Bupati Joko Sutopo mengatakan peran tenaga honorer sangat membantu organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyelesaikan berbagai tugas.

Roadshow dan Podcast, Upaya Bawaslu Boyolali Ajak Warga Awasi Pemilu

Selain menyosialiasikan lewat media sosial yang dimiliki Bawaslu Boyolali, ada program lain bagi pemilih pemula seperti Bawaslu Goes to School atau roadshow ke sekolah-sekolah.

Ini Detik-Detik 2 Pemotor Terperosok Jembatan Ambrol di Kedawung Sragen

Seorang pedagang sayur dan pengguna jalan terjungkal di Jembatan Dungluwak yang ambrol pada Jumat (28/1/2022) dini hari WIB.

2 Perempuan Diduga PSK Online Ditangkap di Solo, Salah Satunya ABG

Dua perempuan diduga pekerja seks komersial atau PSK online tertangkap bersama teman kencan mereka di salah satu rumah indekos kawasan Serengan, Solo.

Ini Aturan yang Bikin Tenaga Honorer Ketir-Ketir akan Nasib Mereka

Pemerintah mengeluarkan PP No 49/2018 tentang Manajemen PPPK yang mengatur penghapusan tenaga honorer.

Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Perusahaan listrik swasta yang didirikan pihak Kadipaten Mangkunegaran yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu yang tertua di Indonesia.

Ambyar... Pagar Tembok SMAN 1 Kemusu Boyolali Jebol Diterjang Banjir

Hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, air yang awalnya tertahan akhirnya mampu menjebol pagar SMAN 1 Kemusu yang terbuat dari tembok.

Pemkab Sragen Tanggung Biaya Pengobatan Korban Jembatan Ambrol

Dua orang jadi korban Jembatan Dluwek di Kedawung, Sragen, yang ambrol. Pemkab Sragen akan menanggung biaya pengobatan kedua korban.

Asal Usul Sejarah Palur, Bermula dari Gazebo di Pertigaan Jalan

Berikut ini cerita asal usul dan sejarah dari Desa Palur yang ternyata ada kaitannya dengan gazebo di pertigaan jalan dan Mbah Mbenggol.

Kisah Kiai Konang, Senopati Majapahit Jadi Asal Usul Bekonang

Sosok Kiai Konang, senopati Kerajaan Majapahit, konon berkaitan dengan sejarah asal-usul Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kantor J&T Cargo Masaran Sragen Dibobol Maling, Ini Nopol Motor Pelaku

Kantor J&T Cargo di Masaran, Sragen dibobol maling. Aksi pelaku terekam kamera CCTV.

Jembatan Dungluwak Sragen Amblek, 2 Pengendara Motor Jadi Korban

Jembatan Dungluwak di Desa Celep, Kedawung, Sragen amblek, Jumat (28/1/2022), pukul 02.30 WIB sehingga mengakibatkan dua orang pengendara motor menjadi korban.