Tutup Iklan

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

 Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Solopos.com/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Solopos.com/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir. Warga yang datang tersebut mengadukan masalah mereka yang terjerat pinjaman online (pinjol).

Rudy pun menyarankan mereka supaya tidak melunasi pinjamannya. “Banyak [warga yang datang]. Tapi tak penging nyahur ngono. Ora sah disahur. Nanti nek diparani kon marani aku, celuken,” ujar dia, Sabtu (23/10/2021).

Namun hingga saat ini tidak ada perwakilan atau debt collector pinjol yang mendatangi rumah Rudy. “Sampai hari ini ora enek [yang mendatangi Rudy]. Ya wes berarti dianggap lunas. Wong ora ngge anggunan,” imbuh dia.

Baca Juga: Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Mantan Wali Kota Solo dua periode itu mengimbau kepada warga Kota Bengawan supaya tidak usah merasa takut bila diteror debt collector pinjol. Bila sudah kehabisan kesabaran, dia menyarankan warga supaya lapor polisi.

Nek gur diteror koyo ngono ora sah wedi, tidak perlu takut. Nek perlu dilaporke wae. Ora usah disahur. Saya sudah perintahkan, tidak usah dikembalikan. Nek perlu dilaporke polisi, karena itu bank gelap,” terang dia.

Rudy mengaku sudah sejak lama mengusulkan agar sistem pinjaman ilegal diberangus. Dia menganggap sistem pinjol ilegal yang menjamur saat ini sama dengan sistem pinjaman yang dilakukan para rentenir.

Baca Juga: Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

“Sudah sering saya sampaikan sejak jadi Wawali. Saya ini paling benci dengan rentenir. Pinjol ini termasuk rentenir juga, mencekik itu. Kalau ndak, diteror macem-macem begitu. Itu sudah bukan manusia itu,” kecam dia.

Rudy berjanji pasang badan bila ada warga Solo yang diteror oleh debt collector pinjol atau rentenir. Sebab dia sejak muda menganggap para rentenir sebagai musuh bebuyutan. Ibunda Rudy meninggal juga dikarenakan rentenir.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Jadi Wisata Keluarga, The New Kemukus Bukan Lagi Wisata Esek-Esek

Gunung Kemukus sempat terkenal sebagai wisata esek-esek setelah wartawan Australia memublikasikan artikel tentang objek wisata di Kecamatan Sumberlawang, Sragen, ini.

Round Up: Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebarannya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Roemah Tiga, Alumni SMAN 3 Solo Bantu Digitalisasi Sekolah

Roemah Tiga tahun ini menggulirkan program 7 PPKP yang diinisiasi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sekaligus Ketua Dewan Penasihat Roemah Tiga.

Bisnis Menggiurkan Madu Klanceng Petani Milenial Jatinom Klaten

Selain memiliki banyak khasiat dan sangat menguntungkan secara ekonomi, budidaya lebah klanceng ditujukan menjaga ekosistem alami.

Berpikir Positif Berlebihan Ternyata Bisa Berakibat Fatal

Pemkab Wonogiri meminta warga tak berpikir positif secara berlebihan lantaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah landai.

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.