Banyak Warga Solo Keluar Rumah, Kasus Corona Terancam Melonjak
Ilustrasi Virus Corona Kota Solo (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO – Lonjakan kasus positif virus corona atau Covid-19 berpotensi terjadi di Kota Solo pada April 2020 ini. Pasalnya, sudah banyak warga yang keluar rumah dalam beberapa hari terakhir, padahal status Solo masih KLB corona.

Banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah diduga karena dipicu informasi yang menyebutkan Solo sudah nol pasien positif Covid-19 sejak Selasa (31/3/2020). Dengan kondisi itu, warga beranggapan wilayah Solo sudah aman dari ancaman virus Corona.

Kata MUI Soal Hukum Tak Salat Jumat Tiga Kali Beruntun

Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto kepada wartawan seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Solo di Kantor Dinas Kesehatan Solo, Jumat (3/4/2020) pukul 10.00 WIB.

Dia didampingi beberapa legislator DPRD Solo seperti Abdul Ghofar Ismail, Asih Sunjoto Putro, Didik Hermawan, Muhadi Syahroni, Ginda Ferachtriawan dan Antonius Yogo Prabowo. Rombongan mereka diterima Sekretaris Dinkes Solo, Setyowati.

“Solo kan masih KLB. Tapi fakta lapangan masyarakat sudah banyak sudah sangat longgar dalam pengamanan diri dua hingga tiga hari ini. Masyarakat seperti dapat lampu hijau keluar rumah. Faktanya di semua tempat sudah ramai lagi,” ujar dia.

BNPB: Puncak Corona di Indonesia Juni, Kasus Positif Lampaui 100.000

Kekhawatiran Sugeng mendasarkan data semakin bertambahnya orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Solo dari hari ke hari. Di luar itu data pemudik yang datang ke Kota Bengawan semakin bertambah beberapa hari ini.

Mereka berpotensi sebaga carrier virus corona bagi masyarakat Solo, sehingga kasus berpotensi melonjak. “Saya sampaikan ke Bu Setyowati, kalau logika berpikir normal, suatu saat kita akan panen pasien Corona di solo. Akan ada ledakan pasien penderita virus tersebut,” terang dia.

Langkah Taktis

Sugeng meminta Pemkot Solo untuk mengambil langkah-langkah taktis untuk mengurangi risiko persebaran Covid-19 selama masa KLHB. Kongkretnya dengan optimalisasi work from home (WFH), social distancing dan perilaku hidup bersih-sehat.

Pemancing Meninggal di Bawah Jembatan Bangak Sragen, Evakuasi Pakai APD Corona

Sugeng juga menekankan pentingnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis sebagai ujung tombak penanganan Covid-19 Solo. Dari yang dipaparkan, dia menilai ketersediaan APD di rumah sakit dan puskesmas belum optimal.

Padahal APD itu sangat dibutuhkan bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Solo. “Sekarang cari barangnya langka. Begitu ada harganya tidak sesuai spesifikasi awal, sehingga Dinkes tidak bisa serta merta membeli meskipun barangnya ada,” tutur dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho