SOLOPOS.COM - Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau besi penutup saluran air yang hilang di beberapa trik di kota Semarang, Rabu 3/1/2024 (humas Pemkot Semarang)

Solopos.com, SEMARANG Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu geram lantaran banyak inlet atau penutup saluran air banyak dicuri oleh orang tidak bertanggungjawab. Hilangnya inlet akan memicu banjir karena saluran air tertutup sampah.

Perempuan yang karib disapa Mbak Ita itu mengatakan, salah satu titik yang inletnya dicuri yakni di Jalan Madukoro Semarang. 

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Mbak Ita mengatakan, hilangnya inlet akan membuat air yang menggenang jalan susah masuk ke dalam saluran air atau gorong-gorong.

“Kami menyayangkan terjadinya pencurian inlet. Karena penutup-penutup inlet itu sangat diperlukan. Kalau inletnya hilang maka otomatis akan banyak daun, sampah dan plastik masuk ke dalam saluran,” ujar Ita, Rabu (3/12/2023).

Bahkan, dampak lanjutnya, dengan masuknya sampah ke saluran karena tidak adanya penyaring akan membuat pompa cepat rusak. Hal ini juga akan mengganggu pengendalian banjir.

“Ini berpengaruh bisa menyumbat saluran, dan bisa berpengaruh jika kalau ada sampah masuk dan menghambat pompa bahkan bisa merusak pompa-pompa,” terangnya.

Selain itu, jika inlet penutup saluran diambil maka bisa menimbulkan terjadinya kecelakaan. Hal ini karena akan ada lubang yang cukup besar dan dalam di jalanan.

“Kalau diambil bisa membuat kecelakaan pengguna jalan. Bahaya sekali,” tegasnya.

Untuk itu, Mbak Ita akan menambah kamera CCTV untuk pengawasan. Terutama di titik-titik dimana inlet itu berada.

“Saya minta ada mapping penambahan CCTV, bahkan kalau bisa dipasang di tiang lampu. Seperti di Jalan Madukoro ini, sehingga bisa memonitor dan mengawasi,” katanya.

Mbak Ita juga meminta masyarakat agar memiliki kesadaran dan rasa memiliki dan mencintai Kota Semarang dengan menjaga sarana prasarana. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk ikut andil mengawasi.

“Masyarakat harus ikut merasa memiliki. Kalau melihat ada orang yang mengambil atau mencungkil inlet penutup saluran, mohon diingatkan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, pihaknya telah mengganti inlet penutup saluran dari besi dengan beton di sejumlah titik untuk mengantisipasi adanya pencurian.

“Sementara kita ganti inlet dengan beton. Kemudian kita uji coba inlet betonnya. Kami pesen dari pabrikan atau nyetak sendiri dengan minimal K300 sehingga saat diinjak mobil tidak pecah,” sebutnya.

Dirinya mengaku, inlet beton tersebut telah diterapkan di beberapa lokasi seperti di Gajahmungkur, Jalan Kampung Kali meski belum seluruhnya.

“Kami sedang berusaha untuk memperkecil tindakan kehilangan lagi. Kami minta kesadaran masyarakat, agar merasa memiliki. Bahkan di Jalan Depok ini coba kami kunci. Mudah-mudahan tidak ada lagi terjadi kehilangan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya