Banyak Pemudik, Warga Karangwuni Kulon Klaten Lockdown Kampung
Salah satu gang masuk kampung di Dukuh Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper ditutup. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Warga Dukuh Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, ikut melakukan lockdown demi mencegah persebaran Covid-19 di kampung mereka. Warga menutup empat akses masuk menuju kampung.

Ketua RW 001, Sumpono, 60, mengatakan lockdown kampung dilakukan lantaran banyak warga di wilayah Karangwuni Kulon, Klaten, yang merantau. Kebanyakan dari mereka bekerja di Jakarta atau Jawa Barat.

Jateng Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona

“Warga di sini banyak yang perantauan. Mereka bekerja dan berinteraksi dengan siapa saja. Makanya, kami lakukan ini untuk mencegah agar warga atau tamu yang datang itu ketika masuk kampung tak membawa Covid-19,” kata Sumpono saat ditemui Solopos.com, Sabtu (28/3/2020).

Sumpono menjelaskan saban ada perantau pulang kampung, sukarelawan akan menanyakan asal mereka. Jika berasal dari daerah yang masuk kategori zona merah Covid-19, perantau diminta mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi sebelum pulang.

Selain itu, para perantau diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai imbauan dari pemerintah ketika sampai di rumah.

Lockdown Kampung Cegah Corona dari Sleman hingga Sragen

Warga bersama-sama mengawasi setiap perantau yang masih dalam masa isolasi mandiri. Saat ini, sudah ada sekitar dua perantau dari Jakarta yang melakukan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.

Lebih lanjut, Sumpono menuturkan lockdown kampung di Karangwuni Kulon, Klaten, dilakukan hingga pemerintah mengumumkan tak ada lagi persebaran Covid-19.

“Kami sendiri juga tidak tahu sampai kapan. Semoga kondisinya segera pulih,” jelas dia.

Data Terkini: 1.155 Kasus Positif Corona di Indonesia, Jateng Tambah 12

Bhabinkamtibmas Desa Dlimas, Aiptu Agus Susanto, mengatakan di wilayah Dlimas baru warga Dukuh Karangwuni Kulon yang melakukan pembatasan akses masuk kampung.

Dia menjelaskan upaya warga itu sebagai salah satu cara untuk mencegah ada warga yang terjangkit Covid-19. Upaya pencegahan lainnya sudah dilakukan dengan penyemprotan disinfektan.

Selama lockdown, warga Kampung Karangwuni Kulon, Ceper, Klaten,  meminta petugas bank plecit tidak melakukan penagihan untuk sementara waktu.

Sebab, gang-gang masuk kampung ditutup menggunakan bambu. Sebagai informasi, Dukuh Karangwuni Kulon masuk dalam wilayah RW 001 Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Bukan Corona, Kondektur Bus Pingsan di Trotoar Simo Boyolali Ternyata Strok

Skema Lockdown

Selama lockdown kampung di Klaten itu diberlakukan, warga Karangwuni Kulon hanya membuka satu gang sebagai satu-satunya akses masuk ke perkampungan.

Setiap tamu maupun warga harus melapor ke posko yang dijaga secara bergantian saat hendak masuk kampung. Di posko yang diberi nama Posko Cegah Covid-19 itu, warga sudah menyiapkan padasan dilengkapi sabun.

Warga juga menyiapkan semprotan berisi disinfektan. Siapapun yang akan masuk ke kampung wajib berhenti di posko dan mencuci tangan mereka menggunakan sabun.

Hal itu termasuk bagi warga desa setempat. Barang bawaan warga atau tamu disemprot disinfektan agar steril.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho