Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

 Ilustrasi pelaku UMKM. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelaku UMKM. (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan banyak pemohon bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 yang tak lolos.

Wahyu menyebut permasalahannya mayoritas karena administrasi. Di antara permasalahan itu yakni surat keterangan usaha bukan tanda tangan kepala desa. Jika tanda tangan dari sekretaris atau perangkat desa tidak diterima.

Selain itu, saat diverifikasi kartu tanda penduduk (KTP) yang dilampirkan tidak sesuai. Misalnya, antara KTP dengan KK tidak sesuai. KTP milik pribadi namun KK milik orang lain. Tanggal lahir di KTP dengan KK berbeda.

Baca Juga: Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahnya Abal-Abal

“Kami harap untuk pembukaan BPUM yang akan datang tidak ada pemohon yang usahanya terindikasi tidak benar. Pemohon harus yang mempunyai usaha sebelum pandemi dan hingga kini masih aktif. Karena bantuan itu untuk modal usaha agar bangkit di tengah krisis,” kata dia kepada Solopos.com, di ruang kerjanya Rabu (22/9/2021).

Wahyu mengatakan, pada 2021 ini Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri mengusulkan 17.475 pemohon agar bisa menerima BPUM. Kali terakhir, pada BPUM tahap IV pihaknya mengusulkan 4.083 usulan calon penerima. Jumlah itu sudah berdasarkan hasil verifikasi.

Berdasarkan SK dari Deputi Usaha Mikro Kementerian KUKM No. 423/2021 pertanggal 30 Agustus 2021, usulan BPUM di Wonogiri yang sudah cair totalnya berjumlah 30.797 penerima. Jumlah penerima lebih banyak dibandingkan yang diusulkan karena diperkirakan ada kemungkinan pemohon yang mengajukan pada tahun lalu kembali mendapatkan bantuan serupa di tahun ini.

Selain itu, ada yang tahun lalu belum mendapatkan bantuan, pada tahun ini mendapatkan bantuan BPUM. Penetapan penerima bantuan itu dilakukan oleh Kementerian KUKM.

Lebih jauh Wahyu mengatakan, pada tahun lalu tidak hanya Dinas KUKM dan Perindag yang bisa mengusulkan calon penerima bantuan BPUM. Instansi lain seperti koperasi, Himbara, PNM dan Pegadaian juga bisa melakukan pengusulan.

Baca Juga: Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Namun, sejak keluar Petunjuk Pelaksanaan bantuan BPUM No. 03/2021 2021 dari Kementerian KUKM, pengusul BPUM ditentukan dinas atau badan yang membidangi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah di kabupaten/kota.

“Sekarang, mulai 2021 yang mengusulkan dari kami. Setiap pemohon mendapatkan bantuan Rp1,2 juta. Pada tahun lalu usulan dari dinas yang terealisasi berjumlah 16.642 penerima. Sedangkan tahun ini hingga tahap III ada 8.540 usulan yang terealisasi,” kata Wahyu.


Berita Terkait

Berita Terkini

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.