Banyak pejabat absen dan tertidur saat sidang paripurna
Ketua DPR RI, Marzuki Alie berpidato yang disiarkan secara langsung melalui televisi milik pemerintah. Pidato tersebut disaksikan para legislator dan pejabat di Gedung DPRD Sragen. (JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu)
Ketua DPR RI, Marzuki Alie berpidato yang disiarkan secara langsung melalui televisi milik pemerintah. Pidato tersebut disaksikan para legislator dan pejabat di Gedung DPRD Sragen. (JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu)

Sragen (Solopos.com)--Belasan anggota DPRD Sragen absen dalam sidang paripurna dengan agenda mendengarkan pidato Ketua DPR RI, Marzuki Alie melalui stasiun televisi milik pemerintah di Gedung Dewan, Selasa (16/8/2011). Suasana Ramadan membuat audien dalam sidang paripurna itu banyak yang tertidur dan leyeh-leyeh.

Bahkan ketika Marzuki Alie menyampaikan adanya kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 10% pada tahun 2012 mendatang tak mampu membangunkan para hadirin peserta sidang istimewa. Suara tepukan tangan hanya terdengar dari blok tempat duduk paling barat yang didominasi para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Dari saf paling depan di blok paling barat itu mestinya diduduki pimpinan daerah, seperti Kapolres Sragen, Komandan Kodim Sragen dan sejenisnya. Di belakang saf itu mestinya diduduki pimpinan dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen. Namun dua saf paling depan itu pun tak ada seorang pun yang duduk. Beberapa deret di belakangnya pun masih terdapat tempat duduk kosong.

Sejumlah pejabat yang mendengarkan pidato kenegaraan itu ada yang bersedekap dengan mata terpejam. Ada pula yang duduk bersandar di kursi empuk dengan santai sembari berpangku tangan. Ada lagi yang sekedar duduk seperti serius melihat ke depan, ternyata tertidur pulas. Di deret bagian belakang ada yang asyik ngobrol.

Bupati, Agus Fatchur Rahman, dan Wakil Bupati (Wabup), Daryanto, hadir dalam kesempatan itu. Mereka duduk berjajar satu deret dengan Ketua DPRD Sragen, Sugiyamto, dan Wakil Ketua DPRD Sragen, Joko Saptono. Dua pimpinan Dewan lainnya duduk masih satu deret dengan mereka, tapi
terpisahkan gang selebar satu meter untuk tempat berjalan.

Di bagian paling belakang ditata tiga blok tempat duduk dengan kursi lipat. Semakin banyak tempat duduk yang kosong di blok paling belakang. “Undangan yang hadir hanya untuk mendengarkan pidato
kenegaraan dari Ketua DPR RI. Tidak perlu ada kuorum dalam sidang paripurna ini,” tukas seorang legislator asal Fraksi Karya Nasional (FKN), Sri Pambudi.

Ketua Dewan, Sugiyamto, saat ditanya Espos, tentang kondisi sidang paripurna yang sepi mencoba menutupinya. “Tak sepi, ini lumayan ramai di siang hari. Kalau pagi tadi juga lumayan,” urainya.

(trh)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom