Banyak Lubang di Ruas Jalan Mojolaban-Sukoharjo, Awas Kejeglong
Sebuah ban bekas diletakkan di dekat jalan berlubang di ruas Mojolaban-Sukoharjo. Warga menaruh ban bekas sebagai rambu jika kondisi jalan berlubang. Foto diambil Selasa (26/1/2021). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, SUKOHARJO – Memasuki musim penghujan, jalan raya Mojolaban- Sukoharjo banyak ditemukan jalan berlubang. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas di jalanan tersebut.

Selain berlubang jalur tersebut juga minim penerangan jalan umum (PJU) sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Warga Gentan, Kecamatan Bendosari, Risdina, 37, mengatakan banyak jalan berlubang di sepanjang jalur Mojolaban-Sukoharjo.

Beberapa warga bahkan memasang ban bekas di tempat jalan berlubang. Pemasangan ban bekas ini dilakukan sebagai rambu bagi pengguna jalan agar menghindari jalan berlubang.

"Kalau hujan kan jalan yang berlubang pasti tertutup genangan. Nah ini banyak tidak terlihat dan pengguna jalan jatuh karena kejeglong," kata dia kepada Solopos.com, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Geger! Tukang Cukur Madura di Grogol Sukoharjo Ditemukan Meninggal

Mulai petang hingga malam hari, menurut dia, kondisi jalan berlubang semakin rawan terjadi lakalantas karena minim penerangan jalan. Untuk itu dirinya berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mulai menambal jalan berlubang guna mengantisipasi terjadinya lakalantas.

"Banyak hla yang jatuh. Ada yang bapak-bapak sudah lumayan sepuh jatuh karena kejeglong lubang," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan tim tambal sulam sudah diterjunkan dengan menambal jalan-jalan berlubang. Untuk jalan berlubang diruas Mojolaban-Sukoharjo segera dilakukan penambalan.

"Ini kan petugasnya muter. Yang ruas Mojolaban-Sukoharjo masih menunggu saja. Tapi saya pastikan secepatnya ditambal," katanya.

Baca juga: Pakai Narkoba Jenis Baru, Selebgram Syiva Angel Ditangkap

Tim Sapu Lubang

Bowo mengatakan tim sapu lubang diterjunkan sebagai upaya penanganan sementara jalan rusak karena lubang di Sukoharjo. Inventarisasi kerusakan jalan dengan melibatkan berbagai dinas terkait pun telah dilakukan DPUPR.

Petugas berkeliling memantau kerusakan-kerusakan, termasuk ruas jalan provinsi dan nasional. Selanjutnya dilakukan penambalan jalan sebagai solusi sementara.

"Jadi tim sapu lubang kita maksimalkan dalam memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan," katanya.

Tim sapu lubang bekerja menambal sulam jalan berlubang dengan menggunakan dana pemeliharaan yang disiapkan Pemkab pada APBD 2021. Dana pemeliharaan digunakan untuk memperbaiki lokasi kerusakan di ruas-ruas jalan kabupaten.

Baca juga: Inilah Deva Rachman Istri Syekh Ali Jaber yang Dijuluki Khadijah

Sedangkan jalan berstatus provinsi dan nasional akan ditangani baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat. Pemkab sudah koordinasi dengan Pemprov dan Pusat untuk mengerjakan perbaikan jalan-jalan yang bukan jalan kabupaten.

Di tahun ini, dia mengatakan Pemkab Sukoharjo mengalokasikan anggaran Rp7 miliar untuk pemeliharaan jalan kabupaten. Pemeliharaan jalan ini tidak hanya untuk pengerjaan tambal sulam jalan berlubang, namun dialokasikan pula perbaikan jalan maupun talud jalan longsor. Meskipun sejauh ini belum menemukan talud jalan longsor ataupun ambrol.

"Kami banyak menerima laporan jalan berlubang, dari setiap laporan langsung kita cek lokasi lalu ditangani untuk jalan Kabupaten," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom