Banyak Difabel di Klaten Masih Berpendidikan Rendah, Stigma Masih Jadi Masalah

Stigma yang kuat masih menjadi salah satu kendala bagi difabel di Klaten mengenyam pendidikan tinggi.

 Para penyandang tuna daksa mengikuti kegiatan jambore Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana se-Jateng dan DIY di selter pengungsian Desa Kebondalemlor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jateng, Kamis (13/2/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Para penyandang tuna daksa mengikuti kegiatan jambore Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana se-Jateng dan DIY di selter pengungsian Desa Kebondalemlor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jateng, Kamis (13/2/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Kebanyakan penyandang disabilitas di Klaten memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Masih ada stigma dan difabel minder menjadi beberapa faktor penyebab difabel tak sekolah.

Sekretaris Persatuan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK), Setyo Widodo, mengatakan kebanyakan difabel tak memiliki ijazah. Sebagian lainnya pendidikan terakhir hanya lulusan SD.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Banyak faktor yang memengaruhi. Masih ada yang berpendapat difabel itu sekolah untuk apa. Kedua ada stigma di masyarakat juga memengaruhi. Faktor dari teman-teman difabel juga masih ada yang merasa malu, minder, dan menarik diri dari pergaulan hingga menghambat mereka untuk sekolah,” kata pria yang akrab disapa Dodo itu saat dihubungi Espos, Kamis (22/10/2020).

Hak-Hak Kaum Difabel Semakin Terpinggirkan dengan Adanya UU Cipta Kerja

Permasalahan lain yakni terbatasnya akses para difabel mengenyam pendidikan. Dodo menjelaskan tak semua anak difabel harus bersekolah di SLB. Sebagian penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk mengikuti jenjang pendidikan formal seperti penyandang disabilitas daksa.

Sekolah Inklusi Sulit Dijangkau

Dodo mengakui sudah ada sekolah berlabel inklusi di Klaten. Jumlahnya ada sekitar 95 sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP sederajat. Jumlah sekolah inklusi itu dinilai belum bisa terjangkau oleh difabel lantaran di Klaten ada 401 desa/kelurahan.

Belum lagi masih ada stigma yang dialami para difabel ketika bersekolah di sekolah berlabel inklusi. “Ketika ada sekolah yang banyak menerima anak-anak difabel, kadang banyak orang tua [siswa dengan kondisi normal] yang justru menarik diri. Merasa anaknya tidak selevel ketika bersekolah bersama anak-anak difabel,” kata Dodo.

Jelan, Potret Kaum Difabel Klaten yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Terkait permasalahan tersebut, Dodo mengatakan perlu ada penyadaran kepada semua pihak terkait posisi anak-anak difabel. Meski fisik terbatas, anak difabel memiliki hak yang sama dengan anak-anak dengan kondisi fisik normal termasuk untuk mengenyam pendidikan.

“Difabel memiliki hak yang sama dengan yang lain untuk berekspresi, bergaul dengan masyarakat lain tanpa stigma. Kemudian kami berharap bisa dijalankannya pendidikan inklusi di mana sekolah benar-benar ramah dengan anak-anak penyandang disabilitas,” ungkap dia.

Pemberdayaan Difabel

Di sisi lain, Dodo menyebut dengan banyaknya difabel yang berpendidikan rendah, salah satu cara yang memungkinkan untuk mendorong kemandirian difabel adalah melalui pendidikan informal. “Ketika seorang difabel memiliki tingkat pendidikan rendah, kalau mau bersaing di dunia kerja tentu sudah kalah duluan. Makanya kebanyakan memang tidak bekerja di sektor formal. Tetapi, lebih ke sektor informal mengandalkan keterampilan yang dimiliki dan berwirausaha. Ini yang harus dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan agar difabel berdaya,” kata dia.

Alhamdulillah! 3 Anak Difabel di Wonogiri Dapat Alat Bantu Mobilitas

Sementara itu, Kabid Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, Hari Suroso, mengatakan ada beberapa bantuan yang diberikan kepada difabel agar mereka bisa mandiri. Bantuan itu termasuk program pelatihan yang kerap dibuka di Balai Besar Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof Dr. Soeharso Solo. “Saat ini kami masih dalam tahap mengusulkan 43 penyandang disabilitas fisik untuk mendapatkan pelatihan, modal, hingga peralatan,” kata Hari.

Hari mengatakan di Klaten sudah banyak difabel yang mampu mandiri bermodal keterampilan yang mereka miliki. Namun, dia mengakui masih ada difabel Klaten yang masih tertutup dan mengurung diri di rumah. “Kami berharap dari keluarga difabel yang saat ini masih tertutup bisa terbuka wawasannya bahwa difabel itu tidak lantas dianggap sebagai beban keluarga. Mereka memiliki potensi-potensi yang semestinya dikembangkan,” kata Hari.

Kisah Arrohma, Difabel Pendaki Gunung Taklukkan Prau hingga Lawu

Menurut data Dinsos P3AKB Klaten, tercatat ada 6.629 difabel di Kota Bersinar itu. Dari jumlah tersebut, hanya 10 difabel yang berpendidikan sarjana (S1/D4), tanpa ada S2. Difabel yang berpendidikan SD 2.527 orang, SMP 1.102 orang, dan SMA sederajat 1.022 orang.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

+ PLUS Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

Penelitian di Candi Kethek yang berlokasi di lereng Gunung Lawu menemukan sejumlah benda-benda dan alat ritual yang terkait dengan upacara pemujaan, ruwatan, dan pembebasan kutukan serta dosa.

Berita Terkini

Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

Penelitian di Candi Kethek yang berlokasi di lereng Gunung Lawu menemukan sejumlah benda-benda dan alat ritual yang terkait dengan upacara pemujaan, ruwatan, dan pembebasan kutukan serta dosa.

BRT Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri: Murah, Aman, & Nyaman

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bakal menjadi sarana transportasi yang murah, mudah, aman, dan nyaman.

Hore! PTM 100 Persen Digelar di Boyolali Mulai Pekan Depan

PTM 100% tersebut akan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023 pada seluruh sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP.

Rute BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri: Keliling 3 Kota Cuma Bayar Rp4.000

Rute BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri yang bertarif Rp4.000 akan melintasi tiga wilayah sekaligus dengan jarak tempuh 68 menit

Kecamatan Terkecil di Sragen: Paling Padat Dibanding Lainnya

Memiliki dua desa dan enam kelurahan, kecamatan terkecil di Sragen diklaim terpadat di Bumi Sukowati.

Harga Tiket BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri Murah, Fasilitas Ciamik

Harga tiket BRT Trans Jateng jurusan Solo-Wonogiri lebih murah dari bus bumel dan dilengkapi fasilitas ciamik.

Begini Kronologi Penemuan Mayat Pria di Sawah di Cangkol Mojolaban

Korban ditemukan di area persawahan di Dukuh Cangkol, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Korban merupakan warga sekitar bernama Mulyosuwito, 73. Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal karena terjatuh dan terjadi pendarahan dalam

Jaga Kewan, Cara Pemkab Boyolali Atasi Wabah PMK

Jaga Kewan merupakan upaya Pemkab Boyolali dalam menangani wabah PMK di Boyolali.

Kecamatan Terkecil di Sragen Ternyata Hanya Punya 2 Desa

Kecamatan terkecil di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ternyata hanya memiliki dua desa dan enam kelurahan saja.

Solopos Hari Ini: Aglomerasi Transportasi

Moda transportasi dengan wilayah operasi aglomerasi Soloraya membuka harapan sejumlah pihak, salah satunya pelaku wisata.

Mantap, Vaksinasi PMK Tahap I di Boyolali Selesai

Sebanyak 1.896 dosis telah disuntikkan untuk 1.400 sapi perah dan 500 sapi potong.

LPK di Karanganyar Harus Siap Hadapi Perubahan Pendidikan, Ini Caranya

Perubahan pola pendidikan saat ini begitu cepat dan berubah-ubah. Selain itu, globalisasi juga memunculkan persaingan di bidang jasa pendidikan.

Harga Tanah di Solo Capai Rp65 Juta/M2, di Mana Lokasinya?

Harga tanah per meter persegi di Kota Solo mencapai Rp65 juta. Kira-kira di mana lokasinya?

Siap-Siap, BRT Jateng Jalur Solo-Wonogiri Bertarif Rp4.000 Per Orang

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bertarif Rp4.000 per orang dan Rp2.000 per pelajar dengan jarak tempuh 68 menit

Begini Cara Siswa Muhi Klaten Isi Liburan Sekolah Bersama UNS Solo

Kegiatan itu digelar dengan menggandeng tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (5/7/2022).

3 Menteri dan Gubernur Ganjar Bakal Ramaikan KTNA The Exporience 2022

Tiga menteri yang dijadwalkan hadir itu terdiri atas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi A. Halim Iskandar; dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno.