Banyak Cagar Budaya di Kawasan Terdampak Tol Solo-Jogja, BPCB Terjunkan Tim Ke Klaten
Tim BPCB memeriksa benda cagar budaya di sawah milik warga Desa Keprabon, Polanharjo, Klaten, yang bakal dilintasi jalan tol Solo-Jogja, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) menerjunkan tim untuk menyisir cagar budaya di daerah-daerah yang bakal dilintasi jalan tol Solo-Jogja wilayah Klaten.

Penyisiran itu untuk mengecek keberadaan cagar budaya atau pun objek yang diduga cagar budaya (OYD-CB) di sepanjang rencana jalur tersebut. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng), Sukronedi, mengatakan konsultan pembangunan tol sudah mendatangi BPCB Jateng untuk meminta rekomendasi guna melanjutkan rencana proyek tersebut.

“Namun, saat itu saya belum berani memberikan [rekomendasi] kalau belum dilakukan survei,” kata Sukronedi saat dihubungi Solopos.com, Rabu (12/8/2020).

Deklarasikan Solo Hebat, Komunitas Ini Ingin Wujudkan Pilkada Yang Asyik dan Menggembirakan

Untuk kepentingan survei benda cagar budaya di Klaten itu, konsultan memberikan trase tol Solo-Jogja yang direncanakan melewati wilayah Jateng. Survei dilakukan tim yang terdiri dari enam orang sejak pekan lalu.

Ditargetkan, survei rampung pekan depan. “Setelah survei selesai tim melakukan analisis baru kami bisa menentukan,” jelas dia.

Cagar Budaya Terpendam

Sukronedi menjelaskan jika di sepanjang rencana jalur itu terdapat cagar budaya ataupun OYD-CB bergerak seperti Yoni, arca, ataupun benda lainnya, bisa dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Update Kasus Covid-19 Sukoharjo: Positif Tambah 18 Kasus, 1 Orang Meninggal Dunia

Namun, proses pemindahan benda cagar budaya di lokasi terdampak tol Solo-Jogja wilayah Klaten itu tetap harus diawali dengan pencatatan. “Kalau itu berbentuk cagar budaya bisa bergerak tentu akan didata, didokumentasikan, dan dicatat titik koordinatnya. Kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Karena yang bersifat bergerak itu belum tentu asalnya juga dari daerah itu,” tutur dia.

Jika cagar budaya yang dilewati berbentuk struktur bangunan, rencana jalur tol disarankan bergeser. Begitu pula jika rencana jalan tol melewati kawasan diduga terdapat struktur bangunan cagar budaya yang masih terkubur di dalam tanah.

“Kami punya catatan pada masa lalu dari Belanda tentang posisi cagar budaya yang masih terpendam dan mungkin belum ditemukan saat ini,” jelas dia.

Cegah Rusuh Mertodranan Terulang, Polda Jateng Terjunkan Dalmas dan Brimob Ke Solo

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk memastikan rencana jalur jalan tol Solo-Jogja tak menerjang temuan-temuan cagar budaya.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati, mengatakan koordinasi dimaksudkan untuk melihat peta daerah-daerah yang bakal dilewati jalan tol.

Bukti Sejarah Harus Diselamatkan

”Kami koordinasikan dulu dengan DPUPR karena yang punya petanya [rencana jalan tol] di sana sambil kami lihat adakah potensi OYD-CB daerah yang dilewati,” kata Susi.

Gara-Gara Gangguan Teknis, 3.500-An Peserta Ujian Seleksi Mandiri UNS Solo Harus Tes Ulang

Susi menegaskan OYD CB yang berada pada jalur dilintasi tol harus diselamatkan. Setidaknya, OYD-CB dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar tetap menjadi bukti sejarah.

“Kalau berada pada jalur tol, kami ambil dan ditempatkan di lokasi yang lebih aman. Paling tidak ada tempat dulu untuk menyimpan benda-benda temuan cagar budaya,” urai dia.

OYD-CB yang berpotensi berada pada jalur tol seperti satu batu Yoni yang berada di tengah sawah warga di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Yoni itu berada pada di antara patok rencana jalan tol. “Kami sudah cek dan sudah koordinasikan dengan camat dan kepala desa. Insyaallah akan diamankan dulu,” ungkapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom