Banyak Anggota Baru, Hipmi Jateng Gelar Diklat Sambil Raker
Ketua BPD Hipmi Jateng Billy Dahlan pada acara Diklatda dan Rakerda Hipmi Jateng 2019 di Hotel Dafam Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/6/2019). (Antara-Nur Istibsaroh)

Semarangpos.com, SEMARANG — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) BPD Jawa Tengah kembali menggelar pendidikan dan pelatihan bagi anggotanya, karena pada kepengurusan yang baru, 70% di antaranya merupakan anggota baru.

"Kami melakukan pendidikan dan pelatihan karena anggota BPD pada kepengurusan saya 70 persennya baru, sehingga mereka awam mengenai organisasi Hipmi," kata Ketua BPD Hipmi Jateng Billy Dahlan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/6/2019).

Dalam diklat itu disampaikan sejumlah materi, di antaranya mengenai kebangsaan dan bela negara dari Pangdam IV Diponegoro; organisasi, sejarah, dan masa depan oleh Ketua Kadin Jateng, serta potensi lokal regional Jateng oleh Gubernur Jateng.

Selain pendidikan dan pelatihan, dalam acara Diklatda dan yang kemudian juga akan dilakukan rapat kerja daerah (Rakerda) Hipmi Jateng tersebut, hadir dalam acara pembukaan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Billy mengajak seluruh pengusaha mampu menjadi solusi, tidak sekadar numpang nama agar terkenal. "Hipmi punya positioning yang baik, reputasi yang baik, dan network yang luas. Jadi modalnya bukan uang, tetapi network," katanya.

Ia menyebutkan anggota Hipmi Jateng setidaknya berkecimpung di 10 bidang di antaranya keuangan, kuliner, ESDM, dan 50% di antaranya banyak yang UMKM.

Ganjar dalam kesempatan tersebut mengapresiasi para anggota Hipmi yang menekuni beragam usaha baik itu fashion, laundry, makanan, hingga tas rajut. Menurut Ganjar, yang diperlukan para pengusaha saat ini adalah inovasi dan kreasi, karena kemajuan teknologi menjadikan pasar semakin luas.

"Saat ini apa yang tidak bisa dijual di media online. Dunia usaha menjadi energi segar. Benar bahwa jejaring menjadi modal yang besar," katanya.

Ganjar menambahkan bahwa Pemprov Jateng terus menurunkan angka kemiskinan yang disebabkan karena kurangnya pendidikan, pengetahuan, serta modal, dan Hipmi Jateng diharapkan dapat ikut serta memberikan pendampingan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom