Salah satu bocah korban gempa bumi di Palu, Sulteng, Jihan Zahira. (Instagram-@its.bayuandrein)

Solopos.com, SOLO — Salah satu bocah korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jihan Zahira, yang viral di media sosial memunculkan banyak pertanyaan. Netizen mempertanyakan, mengapa hanya Jihan yang viral sedangkan masih banyak anak lain yang menjadi korban gempa bumi di Palu?

Bayu Andrein, salah satu sukarelawan di Palu yang kali pertama mengunggah foto Jihan di media sosial, mengaku menerima banyak pertanyaan terkait hal tersebut. Menanggapi pertanyaan yang muncul, Bayu mengaku tak mengetahui penyebab viralnya sosok gadis cantik korban gempa bumi di Palu tersebut.

Namun demikian, Bayu menegaskan Jihan merupakan gadis kecil yang berbeda di antara anak-anak lain korban gempa bumi di Palu. Meski baru berusia tiga tahun, Jihan mampu tegar dan percaya dirinya harus takut hanya kepada Tuhan.

"Saya juga enggak tahu kenapa harus jihan, tapi yang saya inginkan adalah orang-orang melihat bahwa di Palu, di kaki Gunung Gawalise ada anak yang melalui mulut kecilnya mengajarkan kita bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah ketika takut Allah! Jihan mengaktifkan kesadaran kita bahwa hanya dengan takut kepada-Nya semua terasa ringan, nikmat, dan berkah," ungkap Bayu melalui akun Facebooknya, Rabu (17/10/2018).

Bantuan UNICEF

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat (19/10/2018), Bayu Andrein yang kali pertama mengunggah foto Jihan Zahira itu merupakan sukarelawan yang mendatangi Palu bersama Yayasan Karampuang yang bekerja sama dengan UNICEF. Bayu berangkat ke Palu pada 12 Oktober 2018 lalu.

Di Palu, Bayu bersama sukarelawan lain bertugas untuk membantu anak-anak dalam menghilangkan trauma gempa bumi. "Kami berangkat kesana tanggal 12 Oktober 2018 dan kedua lembaga itu melakukan trauma healing buat anak-anak. Saya melihat Jihan di sana berbeda dengan yang lain," ungkap Bayu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten