Bantuan Ribuan Paket Sembako Mengalir Untuk Warga Solo, Dari Mana Saja?
Warga menerima bantuan sembako dari politikus PDIP, Aria Bima, di gudang dekat rumah Anggota FPDIP DPRD Solo, Suwanto, Rabu (20/5/2020) sore. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Anggota DPR dari Dapil V Jawa Tengah (Jateng), Aria Bima, memberikan bantuan sebanyak puluhan ribu paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19 di Kota Solo dan sekitarnya.

Bantuan yang disalurkan lebih dari 25.000 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, masker, gula pasir, mi instan dan sarden. Penyaluran dilakukan koordinator atau simpul-simpul warga dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya dilakukan di gudang dekat rumah anggota FPDIP DPRD Solo, Suwanto di Jl Gunung Kelud Barat, Joglo, Banjarsari, Solo, Rabu (20/5/2020). “Kami tak kumpulkan massa. Sembako dibagikan door to door,” ujar Andreas Heni, Staf Bale Rakyat Aria Bima, kepada Solopos.com.

Tak Patuhi Protokol, Toko & Swalayan di Karanganyar Bakal Ditutup Satpol PP

Menurut dia, bantuan paket sembako dari Aria Bima itu tidak hanya dibagikan untuk warga yang membutuhkan di Kota Solo. Sembako-sembako itu juga didistribusikan merata di Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten. Sasaran bantuan warga kurang mampu.

“Tadi pagi kami berangkatkan dua truk ke Wonosegoro, Boyolali. Kemarin juga dua truk di Klaten. Di Klaten sudah empat truk. Kemarinnya lagi di Sukoharjo dua truk. Solo besok akan turun lagi 1.500 paket ke DPC PDIP,” imbuh dia.

Meringankan Beban Rakyat

Menurut Andreas, Aria Bima berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban rakyat selama pandemi Covid-19. Selain menjaga keselamatan dengan protokol kesehatan, yang tak kalah penting adalah memastikan kebutuhan pangan warga.

Luwes Gading Solo Makin Ramai, Pengelola: Pembeli Tak Dilayani Jika Tidak Pakai Masker Secara Benar!

Selain dari Aria Bima, pada Selasa (19/5/2020) bantuan paket sembako untuk warga juga mengalir dari PT Pegadaian (Persero) Area Solo. Bantuan diserahkan langsung Vice President PT Pegadaian (Persero) Area Solo, Ali Mustaat, kepada 302 petugas kebersihan Kota Solo.

Tak hanya sembako, para petugas kebersihan mendapat layanan free pembukaan tabungan emas 0,01 gram. “Sebagai awalan kami berikan segitu agar nantinya mereka top up, top up terus berdasarkan kemampuan,” terang dia.

Ali menjelaskan pemberian paket sembako merupakan bentuk kepedulian kepada petugas kebersihan yang merupakan ujung tombak kebersihan kota ini. Mereka garda terdepan dalam membersihkan lingkungan dari sampah.

Tak Ingin Lagi Ada Korban Jiwa, Petani Sragen Cabuti Jebakan Tikus Berlistrik

Karena aktivitasnya tersebut mereka rentan terpapar berbagai bakteri dan virus. “Mereka orang yang kali pertama membersihkan sampah-sampah yang bisa saja menyebarkan Covid-19. Sehingga mereka kami beri sembako ini,” kata dia.

Ali menerangkan bantuan sembako untuk warga itu berasal dari dana corporate social responsibility atau CSR PT Pegadaian Area Solo. Dana itu menurut dia berasal dari masyarakat sehingga dikembalikan lagi kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan APD

Sebelumnya PT Pegadaian Solo juga membantu alat pelindung diri (APD) kepada PMI Solo, alat swab ke RSUD dr Moewardi, APD ke RSUD Wonogiri, alat-alat kesehatan (alkes) ke RS Kustati Solo, serta paket sembako untuk warga Kepatihan.

7 Tersangka Pengeroyokan Kades Karangtengah Wonogiri Tak Ditahan, Ini Alasannya

“Perusahaan kami memberikan perhatian terhadap dampak-dampak dari Covid-19, baik di sisi kesehatan maupun ekonomi masyarakat. Semoga kontribusi Pegadaian bisa membantu penanganan pandemi Covid-19 di negeri ini,” urai dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Gatot Sutanto, mengapresiasi pemberian bantuan sembako kepada petugas kebersihan dan warga. Apalagi saat ini sudah mendekati Hari Raya Idulfitri atau Lebaran sehingga bisa menambah logistik petugas kebersihan.

Kasus Pencurian Kabel Telkom di Purwosari Solo, Polisi Masih Buru 2 Pelaku Lain

Gatot mengatakan ratusan petugas kebersihan DLH Solo rentan terpapar Covid-19 saat menjalankan tugas mereka. Mereka bersinggungan langsung dengan berbagai jenis sampah yang bisa menjadi media penularan bibit penyakit.

“Ada yang sembarangan membuang tisu misalnya. Kami juga ada MCK umum yang bisa jadi sumber penularan kepada petugas. Kalau petugas medis pakai APD, kalau petugas kami tidak. Kami apresiasi sekali bantuan dari Pegadaian,” ujar dia.(


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho