Bantuan PKH Untuk Sulami Manusia Kayu Asal Sragen Belum Cair, Ini Penyebabnya

Warga Dusun Selorejo Wetan, RT 031, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, Sulami, 37, yang berjuluk manusia kayu karena penyakit bamboo spine yang dideritanya diketahui terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH)

Bantuan PKH Untuk Sulami Manusia Kayu Asal Sragen Belum Cair, Ini Penyebabnya

SOLOPOS.COM - Sulami, 37, berbaring sambil membuat kerajinan tangan dari bahan mote di rumahnya di Dusun Selorejo Wetan, RT 031, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, Selasa (25/6/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Warga Dusun Selorejo Wetan, RT 031, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, Sulami, 37, yang berjuluk manusia kayu karena penyakit bamboo spine yang dideritanya diketahui terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Namun, bantuan PKH untuk Sulami pada 2019 hingga kini belum cair. Koordinator PKH Kecamatan Kedawung, Romadhona, mengatakan Sulami masih tercatat sebagai penerima bantuan PKH kategori Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, Pada 2018 lalu, nama Sulami sempat terdaftar sebagai penerima bantuan PKH kategori Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos.

“Sekarang pada 2019, kategorinya dikembalikan ke rehabsos [rehabilitasi sosial] ASPDB. Mungkin karena masa peralihan dari Linjamsos ke ASPDB itu bantuan PKH [untuk Sulami] itu belum bisa cair. Informasi yang kami terima dari Kemensos, bantuan PKH untuk ASPDB itu memang belum cair,” jelas Romadhona kepada Solopos.com, Kamis (27/6/2019).

Romadhona belum bisa memastikan kapan bantuan PKH untuk kategori ASPDB tersebut bakal cair. Dia meyakini pencairan bantuan PKH untuk kategori ASPDB tersebut tinggal menunggu waktu.

“Kami di sini hanya petugas lapangan. Kami juga masih menunggu informasi dari Kemensos. Yang pasti, yang bersangkutan masih terdaftar sebagai penerima PKH sehingga cepat atau lambat pasti akan menerima bantuan itu. Kalau tidak salah nilainya Rp600.000/bulan,” ucap Romadhona.

Sulami menderita penyakit dengan istilah medis Ankylosing Spondylitis karena faktor genetik. Penyakit bamboo spine atau punggung bambu itu membuat tulang-tulang belakang Sulami menyatu.

Penyakit itu juga sudah menjalar ke tulang tangan dan kaki. Hal itu membuat anggota tubuh Sulami menjadi kaku layaknya kayu.

Karena terlalu lama tak bisa digerakkan, Sulami merasakan rasa nyeri yang luar biasa di sekitar pergelangan kaki. Akibat rasa nyeri itu, dalam kondisi tidak sadar, Sulami kerap menggosok-gosokkan ujung tongkatnya ke bagian pergelangan kakinya tersebut.

Hal itu membuat pergelangan kakinya terluka dan makin lama makin melebar. “Dengan kondisi seperti itu, Mbak Sulami sudah tidak bisa ke toilet untuk sekadar buang air kecil atau besar. Kalau kakinya kena air akan terasa perih. Solusinya ya dia harus pakai pampers setiap hari,” terang Susilowati, 24, adik kandung Sulami saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (25/6/2019).

Pempers khusus orang dewasa dan tisu basah saat ini menjadi barang yang paling berharga bagi Sulami. Sekarang Sulami sudah tidak bisa bergantung kepada bantuan dari para dermawan.

Simpanan uang di nomor rekeningnya sudah lama ludes untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Sudah enam bulan terakhir, bantuan PKH [program keluarga harapan] senilai Rp500.000/bulan tidak lagi turun. Saya tidak tahu penyebabnya. Untuk bantuan beras dan setengah kilogram dari Dinas Sosial, Alhamdulillah tetap jalan setiap bulan,” jelas Susilowati.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kebakaran Dua Rumah Di Grobogan Diduga Karena Korsleting

Kebakaran dua rumah di Grobogan tersebut terjadi di Kecamatan Pulokulon dan Kecamatan Toroh, pada pagi dan siang hari, Kamis (29/7/2021).

Update Covid-19 Hari Ini: Positif 43.479, Sembuh 45.494, Meninggal 1.893

Secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini mencapai 3.31.206.

Rutan Solo Kerahkan Sipir Penjara Susuri Perkampungan Bagikan Sembako

Rutan Solo mengerahkan para sipir dan pegawai untuk berkeliling bagikan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi corona.

Mantap! Desa Kemudo Klaten Gandeng Klinik dan Siapkan 16 Tracer Untuk Percepat Penanganan Covid-19

Upaya mempercepat pelacakan kontak erat diberlakukan di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, dengan menyiapkan 16 tracer.

Jonatan Christie Gagal Ikuti Anthony Ginting ke Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Jonatan Christie ditumbangkan tunggal putra China, Shi Yuqi, dengan dua game langsung 11-21, 9-21.

Keren! 6 Organisasi Mahasiswa Siap Bantu Penanganan Covid-19 Jateng

Mereka kemudian berdiskusi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, terkait keterlibatan mahasiswa dalam penanganan Covid-19 di masyarakat.

Bantu UKM Kuliner, Fakultas Pertanian UNS Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Frozen Food

Prodi llmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) UNS dengan melakukan sosialisasi keamanan pangan produk frozen food dan pengurusan izin edar MD bagi pelaku usaha kuliner di Solo.

Berbagi ke Warga Sekitar, Solo Grand Mall Bagi-bagi Paket Sembako

Puluhan paket sembako tersebut diserahkan secara oleh General Manager Solo Grand Mall, Bapak Bambang Sunarno, kepada warga Penumping.

AKBP Edy Suranta Sitepu Tak Lagi Menjabat Kapolres Klaten, Ini Pejabat Yang Baru

Kapolres Klaten diganti, AKBP Edy Suranta Sitepu sudah tidak lagi menduduki tersebut dan diganti pejabat baru per Rabu (28/7/2021).

Jos! Anthony Ginting Raih Tiket Perempat Final Olimpiade Tokyo 2020

Anthony Sinisuka Ginting menang dua game langsung 18-21, 14-21 melawan pebulu tangkis tuan rumah Jepang, Kanta Tsuneyama.

Jelang Alih Status Jadi UIN, IAIN Salatiga Buka Program Doktoral

Rektor IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. menyebut kelak UIN Salatiga akan buka program vokasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Pengumuman! Ruas Jalan di Kawasan Perkotaan Klaten Ditutup Mulai Pukul 20.00 WIB

Belasan ruas jalan di kawasan perkotaan Klaten mulai ditutup sejak pukul 20.00 WIB-05.00 WIB setiap harinya selama PPKM Level 4.