BANTUAN PEMERINTAH : 6 Kecamatan di Boyolali Nihil Validasi Keluarga Miskin

BANTUAN PEMERINTAH : 6 Kecamatan di Boyolali Nihil Validasi Keluarga Miskin

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Penyaluran PSKS (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Bantuan pemerintah PBI-JKN akan disalurkan setelah validasi data keluraga miskin terkumpul. Sebanyak enam kecamatan di Boyolali hingga kini belum menyampaikannya.

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak enam kecamatan di Boyolali sama sekali belum menyampaikan validasi data keluarga miskin untuk program Pemberian Bantuan Iuran Jaminan Kesejahteraan Nasional (PBI-JKN).

Semestinya, akhir April 2015 lalu seluruh desa dan kelurahan di Boyolali sudah menyerahkan validasi data keluarga miskin agar ada perbaikan data penerima program bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan dari pemerintah pusat itu termasuk Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

“Namun, hingga saat ini kira-kira baru 30% dari 267 desa dan kelurahan di Boyolali yang menyerahkan validasi data tersebut,” kata Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Boyolali, Taufik Agus Nugroho, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2015).

Enam kecamatan yang sama sekali belum menyerahkan validasi data keluarga miskin adalah Kemusu, Cepogo, Teras, Ngemplak, Sambi, dan Andong.

Sementara, dari data yang dihimpun Solopos.com di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali, hanya Kecamatan Karanggede, Selo, Klego, Mojosongo, Simo, dan Wonosegoro, yang sudah komplet seluruh desa menyerahkan validasi data keluarga miskin ke Pemkab Boyolali.

Kecamatan lainnya seperti Ampel kurang 13 desa dari 20 desa, Musuk kurang 1 desa dari 20 desa, Nogosari kurang 1 desa dari 13 desa, Banyudono kurang 12 desa dari 15 desa, Sawit kurang 7 desa dari 12 desa, Boyolali Kota kurang 7 desa dari 9 desa, dan Juwangi kurang 9 desa dari 10 desa.

Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, menjelaskan setelah penyaluran PSKS tahap II, pemerintah desa didampingi tim TKSK memvalidasi data keluarga miskin. Validasi ini perlu dilakukan karena data penerima bantuan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 sudah tidak relevan.

“Sebenarnya batas akhir penyerahan hasil validasi adalah akhir bulan lalu. Untuk sementara, data yang sudah masuk kami kirim dulu ke provinsi. Pemerintah desa yang belum memvalidasi data keluarga miskin kami minta segera menyerahkan dan dateline akhir adalah akhir Mei,” kata Purwanto.

Jika sampai akhir Mei pemerintah desa belum juga menyelesaikan, maka untuk bantuan selanjutnya akan tetap menggunakan data PPLS 2011. “Jadi nanti ndak boleh komplain,” imbuh Purwanto.

Purwanto berharap data terbaru hasil validasi itu segera mendapat pengesahan dari Kementerian Sosial sehingga untuk penyaluran bantuan selanjutnya termasuk PSKS tahap III sudah menggunakan data terbaru yang lebih valid.

Taufik menambahkan ada beberapa kendala sehingga pemerintah desa banyak yang belum menyerahkan hasil validasi data. “Salah satunya banyak warga yang belum memiliki kartu keluarga (KK) oracle atau KK yang sudah terintegrasi dengan data di Kementerian Sosial. Insya Allah pekan ini semua desa selesai memvalidasi data. Kami sudah koordinasi dengan camat terkait masalah ini,” ungkap Taufik.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

FOTO : Sepi Pengunjung, Perwatan Satwa TSTJ Terus Dilakukan

Perawatan satwa koleksi Taman Satwa Taru Jurug

Hari Jadi Ke-271 Kabupaten Klaten, Sederet Penghargaan Diraih Bupati

Sederet penghargaan diraih Bupati Sri Mulyani selama memimpin Kabupaten Klaten sejak periode pertama 2017 hingga periode kedua 2021

Lagi, Megawati Singgung Presiden Jokowi soal Kementerian

Megawati mengingatkan Presiden Jokowi agar memegang komando kerja penanganan bencana.

Cakep! Jembatan Gantung Dungus Klaten Dicat Warna-Warni, Cocok untuk Spot Selfie

Jembatan gantung di Dukuh Dungus, Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dicat warna-warni sejak tiga pekan terakhir.

Pakar ITB Sebut Pekalongan, Demak, & Semarang Bakal Tenggelam, Ini Penyebabnya Versi ESDM Jateng

ESDM Jateng membeberkan penyebab Semarang, Demak, dan Pekalongan, yang diprediksi tenggelam.

Hati-Hati, Risiko Kematian Akibat Covid-19 Bergeser dari Lansia ke Usia Produktif

Peningkatan kematian disebabkan mobilitas penduduk pada kelompok usia produktif yang cukup tinggi.

Ditantang Warga Positif Covid-19 Main Pingpong di GOR Gelarsena Klaten, Begini Jawaban Gubernur Ganjar

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi tempat isolasi terpusat pasien corona di GOR Gelarsena Klaten pada Rabu (4/8/2021).

4.299 Pelamar CPNS dan PPPK di Boyolali Lolos Administrasi

Sebanyak 4.299 pelamar CPNS dan PPPK tahun anggaran 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah lolos tahap administrasi.

Dukung Operasional Satgas Covid-19, Baznas Klaten Serahkan Bantuan

Baznas menyerahkan perlengkapan pendukung operasional Satgas Covid-19 di Kabupaten Klaten dalaman menangani pandemi Covid-19.

Digugat Cerai Suami, Unggahan Tyas Mirasih di Instagram Jadi Sorotan

Kabar kurang baik datang dari rumah tangga Tyas Mirasih, dia dikabarkan digugat cerai oleh sang suami yang bernama Raden Soedjono.

Dicari Suaminya, Perempuan Asal Plupuh Sragen Ternyata Sudah Mengapung di Bengawan Solo

Seorang perempuan asal Plupuh, Sragen, ditemukan mengapung tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo pada Rabu (4/8/2021)

Baliho Puan Bertebaran untuk Mengganjal Ganjar ke Pilpres, Benarkah?

Pemasangan baliho secara massif terkesan seperti menzalimi Ganjar Pranowo untuk maju juga di Pilpres 2024.