Bantuan Difabel Intelektual Kemensos di Klaten Dibelikan Kambing
Camat Prambanan, Suhardi, menyerahkan bantuan ternak kambing Kemensos kepada difabel di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020). (Solopos.com-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 12 difabel intelektual di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima bantuan pemberdayaan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan difabel Klaten senilai Rp2 juta itu disepakati untuk dibelikan kambing.

Selain menerima bantuan berupa kambing, masing-masing warga difabel di Klaten itu juga menerima bantuan kandang ternak. Kandang itu dibikin memanfaatkan sisa dana pembelian kambing, subsidi dari pemerintah desa, serta swadaya penerima bantuan.

Camat Prambanan, Suhardi, Rabu (21/10/2020), mengatakan di seluruh Prambanan ada 48 penerima manfaat bantuan dari Kemensos di 11 desa. Kemudo menjadi desa dengan penerima bantuan difabel terbanyak.

Young-jae Got7 Dituduh Pukuli Siswa Disabilitas, JYP Entertainment Selidiki

Pemanfaatan dana yang disalurkan untuk difabel Klaten tergantung dari para penerima manfaat. Di Desa Kemudo ada kesepakatan untuk membeli kambing diternakkan. Saat penyerahan para penerima menerima uang dan langsung dibelikan kambing kepada pedagang kambing yang datang ke kantor desa setempat.

"Kemudian diharapkan bantuan itu setelah diterima langsung dibelikan kambing. Masing-masing penerima di Kemudo mendapatkan dua ekor kambing," jelas Suhardi saat ditemui wartawan di Kemudo, Rabu.

Selain kambing, para penerima manfaat bantuan dari Kemensos menerima bantuan kandang ternak. Suhardi juga menjelaskan pemberian bantuan berupa kandang ternak itu dilakukan dari hasil kesepakatan dengan penerima manfaat. Melalui kandang ternak tersebut, para difabel atau keluarganya tak perlu repot-repot lagi menyiapkan kandang. "Harapan kami dari bantuan ini difabel bisa mandiri dan kambing yang mereka ternak bisa semakin berkembang," jelas dia.

Lee Min-Ho Diincar Bintangi Pachinko Garapan Apple TV+ Amerika Serikat

Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, mengatakan pemilihan ternak kambing sebagai bantuan bagi difabel Klaten itu lantaran dinilai paling memungkinkan dikembangkan para difabel.

"Memang bantuan ini diberikan ditujukan untuk memandirikan difabel intelektual. Boleh untuk pelihara kambing, bebek, atau pun jualan. Kalau dipilih sebagai modal jualan, kondisi ekonomi saat ini juga belum mendukung. Makanya dari masukan yang ada kemudian dimanfaatkan untuk memelihara kambing," kata dia.

Kurangi Beban

Soal kandang ternak, Hermawan menjelaskan rata-rata para penerima manfaat berasal dari keluarga tidak mampu. Agar tak terlalu memberatkan beban biaya penerima bantuan, pemerintah desa memberikan subsidi untuk pembuatan kandang ternak.

Foto Jae-hyun NCT dan Park Hye-soo Tersebar, Syuting Drama Dear M?

Total biaya untuk membuat satu kandang kambing berbahan baja ringan itu senilai Rp1,1 juta. Dana memanfaatkan subsidi dari pemerintah desa melalui dana sosial BUM Desa Kemudo Makmur senilai Rp600.000. Kekurangan dana ditutup dari sebagian dana Kemensos yang diterima senilai Rp200.000 dan Rp300.000 dari swadaya masing-masing penerima.

Salah satu keluarga penerima manfaat, Suwarjo, 61, membenarkan ada tambahan biaya untuk membikin kandang kambing tersebut. Meski ada biaya tambahan, Suwarjo mengaku tak masalah. "Kami sudah dapat bantuan ini sudah bersyukur sekaligus dibuatkan kandangnya," kata warga Dukuh Kagokan.

Suwarjo menjelaskan penerima manfaat merupakan adiknya bernama Warsito, 51, yang mengalami disabilitas intelektual. Suwarjo mengatakan selama ini Warsito tinggal bersama dirinya yang bekerja sebagai pedagang es keliling.

Paduan Suara Virtual Persembahkan Ya Lal Wathon dan Indonesia Jaya

Melalui bantuan itu, Suwarjo berharap bisa menyemangati adiknya untuk mengembangkan ternak kambing. "Selama ini adik saya ya bekerjnaya kalau ada yang minta-minta tolong saja. Harapannya dari bantuan kambing ini bisa mendapatkan tambahan penghasilan," jelas dia.

Warga Dukuh Kagokan lainnya, Waliyono, 58, mengatakan anaknya yang mengalami disabilitas intelektual bernama Dwi Agustina, 21, ikut menjadi salah satu penerima bantuan. Soal biaya pribadi untuk tambahan membuat kandang ternak, Waliyono mengaku tak jadi soal.

Dengan ternak itu, dia berharap anaknya bisa memiliki kegiatan produktif dan bisa mandiri. "Kegiatannya selama ini hanya di rumah ya bantu-bantu di dapur," urai dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom