Warga melintas di jembatan darurat di Dukuh Plampang, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, yang selesai dibangun BPBD Sragen, Jumat (10/5/2019). (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen membangun jembatan darurat dari kayu di atas Jembatan Plampang di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Sragen, dengan APBD 2019 senilai Rp25 juta untuk membantu warga.

Jembatan darurat menjadi akses utama warga Dukuh Plampang Desa Wonotolo dengan Dukuh Tlogojati Plosorejo, Gondang atau dari Wonotolo menuju Kota Kecamatan Gondang. Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Senin (13/5/2019), mengatakan sebelumnya warga memang sudah membuat jembatan darurat sendiri dengan menggunakan bambu.

Dia menilai jembatan darurat buatan warga kurang kuat, bahkan bisa terancam hanyut. Atas dasar itulah, personel BPBD membangun jembatan darurat dengan menggunakan kayu yang lebih kuat.

“Jembatan itu dibangun selama empat hari dan selesai pada Jumat [10/5/2019] lalu. Warga bersyukur bisa melewati jembatan itu dengan nyaman. Di bagian utara dan selatan jembatan dicor beton agar akses kendaraan lebih mudah. Pembangunan jembatan ini bersifat darurat karena pada 2020 nanti ada anggaran khusus untuk pembangunan jembatan secara permanen,” ujar dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto mengatakan Pemkab Sragen akan mengalokasikan dana Rp4 miliar untuk pembangunan Jembatan Plampang secara permanen. Jembatan tersebut akan diperlebar dengan menyesuaian jalan di ujung utara dan selatan. Rencananya jembatan tersebut sepanjang 20 meter sementara lebarnya 4-5 meter.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten