Ilustrasi petani mengairi lahan pertanian dengan mesin penyedot air yang dimodifikasi menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar memasang jaringan listrik khusus untuk petani di areal persawahan. Hal ini untuk membantu petani yang kesulitan air saat musim kemarau hingga harus mengoperasikan diesel untuk memompa air.

Untuk itu, petani kerap harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk membeli bahan bakar diesel. Dengan jaringan listrik tersebut, Pemkab Karanganyar berharap petani tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk menyedot air menggunakan mesin diesel.

Selain itu, Pemkab menilai penggunaan aliran listrik untuk menyedot air lebih efektif ketimbang bahan bakar minyak (BBM) atau pun gas. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan itu saat bertemu pegawai Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar beberapa waktu lalu.

Bupati yang akrab disapa Yuli itu berharap petani tidak lagi kesulitan air untuk bercocok tanam selama musim kemarau. Bupati meminta Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan mendata seluruh sumur dalam untuk persawahan.

"Antisipasi kemarau panjang lagi seperti tahun lalu. Ini kan kemarau bergeser, hujan tidak teratur. Apa yang mesti dilakukan supaya tetap bisa menanam? Sekarang mulai memetakan lahan yang harus dialiri air dari sumur dalam. Harus ada peta irigasi teknis. PPL mendata di lingkungan masing-masing," kata Bupati.

2 Warga di Colomadu Karanganyar Terjangkit Leptospirosis, 1 Orang Lainnya Meninggal

Bupati menawarkan solusi memasang jaringan listrik di persawahan untuk memastikan pasokan air terjamin.

"Bikin program pasang meteran listrik yang dibiayai pemerintah. Meteran menggunakan pulsa. Lebih efisien dibanding pakai bahan bakar solar. Saya nyuwun tulung. Nyambut gawe by data. Sekarang harus dimulai," jelas dia.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar, Siti Maisyaroch, menyampaikan sudah berkoordinasi dengan PLN area Karanganyar perihal program tersebut. Pemerintah akan membantu biaya pemasangan jaringan.

Petani dibebani mengisi pulsa listrik sesuai kebutuhan. Rencana uji coba penggunaan aliran listrik untuk menyedot air sumur dalam dilakukan di sejumlah kecamatan sentra padi.

2 Siswa SMP Solo Di-DO Gara-Gara Vape, Salah Satunya Ogah Pindah Sekolah

Siti mencontohkan kecamatan dimaksud yakni Kebakkramat, Tasikmadu, dan lain-lain. Daerah ini sudah ada sumur dalam sehingga tahun ini jadi prioritas pemasangan jaringan listrik.

"Kalau dulu petani sedot air di sumur pakai solar nanti diganti listrik. Kami kerja sama dengan PLN untuk gardu listrik di sawah. Misalnya tiap 10 hektare [ha] dapat satu gardu. Kedalaman sumur dalam itu kan 100 meter sampai 200 meter. Ini nanti akan lebih efisien," jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten