Bantu Jaga Daya Ingat hingga Cegah Penyakit, Ini Sederet Manfaat Berkebun
ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, SOLO – Banyak aktivitas yang tak bisa di lakukan saat sibuk berkerja, bisa dilakukan saat pandemi contohnya bercocok tanam atau berkebun. Salah satu alasannya untuk mengusir kebosanan selama di rumah saja.

Masyarakat perkotaaan mungkin sudah banyak mengenal istilah urban farming alias berkebun memanfaatkan lahan yang ada di rumah meki di lahan sekali pun. Kegiatan ini perlahan mulai populer dan sejumlah pihak menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya menyediakan konten belajar bertanam melalui media sosial.

Tak hanya menyusir kebosanan, berkebun juga punya segudang manfaaf lain hlo. Selain itu, masih banyak manfaat lain dari kegiatan bertanam, seperti yang dilansir dari Antaranews.com belum lama ini.

“Solo Keren”, Pesan Semangat Hadapi Pandemi Dari Panggung Seni

Lawan penyakit

Saat berada di luar rumah dan terpapar sinar matahari, kulit menggunakan sinar matahari untuk vitamin D. Peneliti, memperkirakan setengah jam di bawah sinar matahari dapat menghasilkan antara 8.000 dan 50.000 IU vitamin D dalam tubuh. Tetapi, ini tergantung seberapa tebal pakaian yang menutupi tubuh dan juga warna kulit.

Vitamin D sendiri memiliki sederet manfaat untuk tubuh, antara lain memperkuat tulang dan sistem kekebalan. Berbagai studi juga menunjukkan berada di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko berbagai kanker seperti payudara, kolorektal, kandung kemih, prostat, limfoma non-Hodgkin, hingga multiple sklerosis.

Pakar kesehatan juga mengatakan, jika kadar vitamin D rendah, maka memiliki risiko lebih besar terkena serangan psoriasis, sindrom metabolik (kondisi pradiabetes), diabetes tipe II, dan bahkan demensia.

Bantu jaga berat badan dan kualitas tidur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut berkebun bisa membangun kekuatan, meningkatkan kualitas tidur, dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Aktivitas seperti memotong rumput mungkin termasuk kategori olahraga ringan hingga sedang, sedangkan menyekop, menggali, dan memotong kayu dapat dianggap sebagai olahraga berat. Beraktivitas di lahan, juga menggunakan setiap kelompok otot utama di tubuh dan tidak akan mengejutkan jika bangun pagi besok hari merasa sakit setelah seharian bekerja.

Penelitian telah menemukan aktivitas fisik seperti berkebun dapat membantu mengimbangi kenaikan berat badan terkait usia dan obesitas pada anak. Selain itu, peneliti dari University of Pennsylvania mengungkapkan orang yang berkebun lebih mungkin mendapatkan tidur nyenyak selama 7 jam di malam hari.

Perbaiki Penampilan Melalui Operasi Hidung

Bantu jaga daya ingat

Dokter mengungkapkan berolahraga meningkatkan fungsi kognitif di otak dan berkebun bisa menjadi salah satunya. Aktivitas berkebun dapat memacu pertumbuhan saraf terkait memori di otak. Peneliti di Korea membuktikan aktivitas berkebun selama 20 menit pada penyandang demensia bisa meningkatkan jumlah beberapa faktor pertumbuhan saraf otak yang terkait dengan memori.

Di Belanda dan Norwegia, orang dengan demensia sering berpartisipasi dalam program inovatif berkaitan dengan bertanam yang memungkinkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di lahan pertanian dan kebun.

Dorong suasana hati

Penelitian di Amerika Serikat menemukan berkebun meningkatkan suasana hati dan meningkatkan penghargaan diri. Ketika orang menghabiskan waktu di taman, tingkat kecemasan mereka menurun, begitu juga dengan depresi.

Studi yang diterbitkan pada 2011, menunjukkan orang dengan depresi yang berpartisipasi dalam intervensi berkebun selama 12 minggu kondisinya membaik termasuk gejala depresi. Kondisi ini berlangsung selama berbulan-bulan setelah intervensi berakhir.

Menenangkan diri

Bekerja di taman, kebun, atau lahan pertanian dapat membantu memulihkan diri jika kalian mengalami sesuatu yang membuat stres. Sebuah studi pada 2011, mengungkapkan bahwa mereka yang menghabiskan waktu untuk berkebun pulih dari stres lebih baik ketimbang misalnya membaca. Tak hanya itu, mereka yang berkebun juga mengakui suasana hati mereka telah kembali ke keadaan positif.

Cara pulihkan diri dari kecanduan

Terapi hortikultura telah ada selama ribuan tahun dan ini menjadi bagian dari program pemulihan kecanduan. Sebuah studi para peneliti mencatat, tanaman memicu perasaan positif pada orang yang pulih dari kecanduan alkohol, dan merupakan alat rehabilitasi yang efektif. Dalam studi lain, orang-orang dalam program rehabilitasi yang memilih berkebun sebagai terapi alami mereka melaporkan pengalaman yang lebih memuaskan daripada mereka yang memilih seni.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom