Bantu Angkat Nilai Tambah, Supernova Digipack Sasar UMKM

Supernova Digipack yang sudah berpengalaman di bidang produksi kemasan selama 30 tahun ini menawarkan kemudahan pengemasan produk dengan sasaran khusus kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 Gerai Supernova Digipack di ajang Solo Food, Beverage & Chef Festival di De Tjolomadoe, Jumat (3/12/2021). (Espos/R. Bambang Aris Sasangka

SOLOPOS.COM - Gerai Supernova Digipack di ajang Solo Food, Beverage & Chef Festival di De Tjolomadoe, Jumat (3/12/2021). (Espos/R. Bambang Aris Sasangka

Solopos.com, KARANGANYAR – Perusahaan flexible packaging terkemuka, Supernova Digipack, hadir di Solo melalui pameran Solo Food, Beverage & Chef Festival, Jumat-Minggu (3-5/12/2021) di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar. Perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang produksi kemasan selama 30 tahun ini menawarkan kemudahan pengemasan produk dengan sasaran khusus kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputy Sales General Manager Supernova Digipack, Handy Anwar, saat dijumpai Espos di gerainya, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuat harga kemasan produk lebih murah dan mudah diakses oleh siapa pun khususnya kalangan UMKM.

“Kalau dulu masih terbatas harus partai besar sehingga yang bisa mengakses hanya industri besar. Sekarang ini kami bahkan bisa melayani untuk 1.000 pieces kemasan saja,” kata dia.

Handy menambahkan bahwa pihaknya mulai menyasar pasar UMKM sejak 2020 dan pada 2021 ini upaya pengenalan makin ditingkatkan antara lain dengan sosialisasi melalui pameran serta melalui media sosial seperti dengan akun Instagram @supernovadigipack dan Facebook Supernova Digipack.

Sementara Wakil Presiden Direktur Supernova Digipack, Jeffrey Halim, yang dijumpai di tempat yang sama, menjelaskan bahwa dunia packaging atau pengemasan memang masih belum banyak diketahui dan dipahami.

Apalagi dunia UMKM menurut dia juga kebanyakan masih asing dengan packaging modern. Padahal, lanjut dia, dengan pengemasan modern seperti yang ditawarkan perusahaannya, kemasan produk UMKM akan bisa setara dengan produk pabrikan besar sehingga daya saingnya pun akan meningkat pesat.

Sejumlah contoh produk kemasan produksi Supernova Digipack yang dipamerkan di gerai mereka di ajang Solo Food, Beverage & Chef Festival di De Tjolomadoe. (Espos/R. Bambang Aris Sasangka)
Sejumlah contoh produk kemasan produksi Supernova Digipack yang dipamerkan di gerai mereka di ajang Solo Food, Beverage & Chef Festival di De Tjolomadoe. (Espos/R. Bambang Aris Sasangka)

Hal ini dibenarkan Direktur Pemasaran Supernova Digipack, Helda. Menurut dia dengan pengemasan yang modern ini nilai tambah produk UMKM akan berlipat ganda. Dia mencontohkan kebanyakan produk UMKM saat ini masih dikemas dengan plastik atau kemasan sederhana dengan label stiker atau sablon.

“Yang jadi masalah adalah daya tahannya dengan kemasan yang ada itu apakah bisa lama? Belum lagi segi estetikanya juga pasti sulit bersaing dengan produk pabrik besar, apalagi ketika mau masuk pasar modern atau ekspor,” kata dia. Produk Supernova sendiri sudah berstandar food safety packaging FSSC 22000.

“Jadi dengan menggunakan produk packaging dari Supernova, UMKM bisa bersaing dengan yang besar meski produknya kecil, karena dari segi tampilan dan kualitas kemasan setara,” kata Handy menimpali.

Produk kemasan yang ditawarkan Supernova juga beraneka ragam, seperti standing pouch, central seal, gusset, three block seal, atau vacuum pack.  Handy menyebut pelanggan dari mana pun bisa dengan mudah memesan secara online atau melalui WA 082317714488. Untuk pemesanan online tinggal mengakses situs supernovadigipack.com.

Pelanggan bisa memilih tipe packaging atau kemasan, mengunggah desain yang diinginkan, dan setelah melakukan pembayaran pesanan lalu melakukan verifikasi desain dan tinggal menunggu kemasan diproduksi dan dikirimkan. Kemasan yang dikirimkan ke pelanggan adalah kemasan yang siap isi dan tinggal di-seal sendiri oleh pelanggan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Selain PPnBM Otomotif, Pemerintah Juga Tebar Insentif Sektor Properti

Mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC (Low Cost Green Car) dikenakan PPnBM sebesar 3 persen, dan pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM tersebut pada kuartal I 2022.

Bansos Tunai Diperluas, Nelayan hingga PKL Terima Rp600.000 Per Bulan

Pemerintah memutuskan untuk memperluas penyaluran bantuan sosial atau bansos tunai (BT-PKLWN) kepada 2,76 juta pedagang kaki lima.

Awal Pekan Stagnan! Cek Harga Emas di Pegadaian, Senin 17 Januari 2022

Pergerakan harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Senin (17/1/2022) ini terpantau stagnan baik untuk emas UBS maupun Antam.

UMKM Cah Enom Diharapkan Mampu Dongkrak Perekonomian Lokal Kulonprogo

UMKM Cah Enom hadir untuk mendukung terciptanya ekosistem yang berkesinambungan bagi pelaku UMKM di wilayah Kulonprogo, DIY.

NFT Semakin Populer, Kementerian Kominfo Tingkatkan Pengawasan

Kementerian Komunikasi dan Informasi akan meningkatkan pengawasan terhadap non fungible token (NFT) seiring dengan naiknya popularitas aset tersebut di Indonesia.

YLKI Desak KPPU Investigasi Dugaan Kartel Minyak Goreng

YLKI mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) angkat suara dan mengambil tindakan atas dugaan praktik kartel harga minyak goreng di dalam negeri.

BRI Bakal Salurkan Rp260 Triliun Dana KUR pada 2022, Bidik Sektor Apa?

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mendapatkan alokasi Rp260 triliun untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR pada 2022.

+ PLUS Blak-Blakan Menteri Perhubungan: Mengangkat Gengsi Terminal Tirtonadi

Tidak hanya menjadi terminal sebagai pusat transportasi darat bus, Terminal Tirtonadi Solo memiliki fungsi lain sebagai gedung pertemuan, tempat olahraga, dan pusat kegiatan lain warga Solo dan sekitarnya. 

Rezeki Nomplok! Warga Joyosuran Solo Beli AC, Dapat Brio

Pusat perbelanjaan barang-barang elektronik terbesar dan terlengkap di Soloraya, Candi Elektronik menggelar pengundian berhadiah dua unit sepeda motor dan satu unit mobil Brio merah.

Investasi Emas Tetap Kompetitif di 2022? Ini Kata Analis

Pada 2022 apakah investasi logam mulia emas masih tetap menjadi investasi yang menarik dan kompetitif?

Perhatian! Ini Kelebihan dan Kekurangan Bisnis NFT

Sebelum terjun ke bisnis NFT, ketahui kelebihan dan kekurangan bisnis NFT terlebih dahulu.

Ini Pentingnya Peran Inkubasi dan Mentor untuk Kembangkan Bisnis

Diplomat Success Challenge (DSC) merupakan program kompetisi kewirausahaan yang sangat menguntungkan bagi pebisnis pemula yang membutuhkan banyak ilmu dan pengalaman.

Yuk ke The Sunan Hotel, Ada Promo Masakan Italia La Cucina Italiana

Food Festival, La Cuina Italiana disajikan secara all u can eat mulai dari hidangan pembuka sampai penutup.

Lancarkan Distribusi di Jateng, Pupuk Indonesia Manfaatkan Kereta Api

PT Pupuk Indonesia akan melakukan uji coba pengiriman pupuk subsidi menggunakan jalur kereta api.

Pengusaha Khawatir Holding BUMN Pariwisata akan Monopoli Pasar

Holding BUMN Pariwisata & Pendukung atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dikhawatirkan bakal memonopoli rantai bisnis industri pariwisata ke depan.