Tutup Iklan

Bantah Pesta Miras, Polsek Kartasura Sebut 2 Warga Tewas karena Kelelahan

Kepolisian membantah adanya pesta miras di Dusun Jagalan, Pabelan, Kartasura, yang diduga menyebabkan dua orang meninggal. Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko, mengatakan kedua warga Jagalan itu meninggal dunia lantaran sakit dan kelelahan.

Bantah Pesta Miras, Polsek Kartasura Sebut 2 Warga Tewas karena Kelelahan

SOLOPOS.COM - Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kepolisian membantah adanya pesta miras di Dusun Jagalan, Pabelan, Kartasura, yang diduga menyebabkan dua orang meninggal. Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko, mengatakan kedua warga Jagalan itu meninggal dunia lantaran sakit dan kelelahan.

Mereka membantu membersihkan rumah dan memasang janur di rumah tetangga yang tengah melaksanakan hajatan pernikahan. Kala itu, Sartoko mengeluhkan sesak nafas di lokasi hajatan dan langsung pulang ke rumah. Sehari kemudian, menurut data polisi, Wasiman dan Sartoko kembali menata kursi dan meja di lokasi hajatan pernikahan. Sebelum berangkat ke lokasi hajatan, Wasiman mengeluhkan sesak nafas di dada.

"Mereka meninggal dunia lantaran sakit dan lelah karena membantu tetangga rumah yang tengah menggelar hajatan pernikahan," kata dia mewakili mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (19/98/2019) malam.

Wasiman lantas dibawa ke RS Panti Waluyo, Solo, Senin (17/6/2019). Diagnosa dokter Wasiman menderita sakit jantung dan lambung. Kondisi Wasiman kian memburuk dan meninggal pada Selasa (18/6/2019) malam.

Sementara itu, Sartoko dibawa ke RS UNS. Dia didiagnosa dokter menderita sakit liver dan ginjal. Sartoko mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu pagi. "Petugas telah memintai keterangan anak kandung Wasiman dan Sartoko. Jadi kedua almarhum sakit jantung dan komplikasi liver," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, Wasiman dan Sartoko meninggal dunia setelah pesta minuman keras (miras) selama tiga hari berturut-turut, Sabtu-Senin (15-17/6/2019). Keduanya sempat dirawat intensif di RS UNS di Pabelan dan RS Panti Waluyo, Solo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (19/6/2019), sejumlah warga Dusun Jagalan, Desa Pabelan, menenggak miras saat ada hajatan pernikahan di kampung mereka.

Mereka pesta miras saat acara malam midodareni pernikahan hingga larut malam. Setelah acara resepsi pernikahan pada Minggu, mereka kembali melakukan pesta miras dengan berbagai jenis.

Lantaran masih ingin mabuk, mereka kembali melakukan hal serupa pada Senin. Selama tiga hari berturut-turut, Wasiman dan Sartoko serta sejumlah pemuda lainnya berpesta miras berbagai jenis seperti ciu dan anggur merah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Catat Lur! Ini Daftar Formasi CPNS & P3K Wonogiri

Berikut daftar formasi CPNS dan P3K Wonogiri beserta jadwal seleksinya pada 2021.

Sering Meniup Makanan/Minuman Panas? Awas Ada Bahaya Mengintai

Kebiasaan meniup makanan panas ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Underpass Makamhaji Rusak Lagi, Pemkab Sukoharjo Mikir Ulang Terima Aset Dari Pusat

Pemkab Sukoharjo berpikir ulang untuk menerima aset underpass Makamhaji, Kartasura, karena kondisinya rusak lagi setelah diperbaiki Maret.

Jokowi Selamatkan 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Jokowi tidak setuju 75 pegawai yang tidak lolos TWK itu diberhentikan. Menurutnya, masih ada opsi lain, yaitu pendidikan kedinasan.

2 Air Terjun di Lereng Gunung Muria Layak untuk Dikunjungi

Air Terjun Sekar Gading di Kabupaten Kudus masih sangat alami di mana air mengalir dari sisi kanan dan kiri seakan menambah keeksotisannya.

Klaster Corona Sumber Dipicu Acara Kumpul-Kumpul

Klaster di Sumber, Solo dipicu kegiatan buka bersama yang diselenggarakan salah satu warga yang bekerja di luar daerah dan sudah mengalami gejala tanpa rasa.

Dipastikan Aman, Pengemudi Perahu Wisata di WGM Wonogiri Punya Lisensi

Operator perahu wisata di WGM Wonogiri dipastikan sudah berlisensi dan mengerti standar keselamatan.

Masih Tinggi, Harga Daging Ayam di Solo Capai Rp45.000/Kg

Harga sejumlah komoditas harga pangan, termasuk daging ayam, masih tinggi di pasar tradisional di Kota Solo setelah momen Lebaran.

Sejarah Kelam Waduk Kedung Ombo hingga Jadi Tempat Wisata

Waduk Kedung Ombo yang membentang di tiga kabupaten di wilayah Jawa Tengah yakni Sragen, Boyolali, dan Grobogan, memiliki sejarah panjang.

87 Kasus Positif Covid-19 Muncul Sepekan Terakhir Di Sukoharjo, Mayoritas Klaster Keluarga

Sebanyak 87 kasus konfirmasi positif Covid-19 muncul di Sukoharjo dalam sepekan terakhir atau saat libur Lebaran dengan dominasi klaster keluarga

Dagangan Sepi, Bakul Siomai Nekat Bobol 5 Sekolah di Grobogan

Bakul siomai ini mengaku barang curian dari sekolah dasar tersebut dijual secara online.

Mengenal Glass Block, Material Penerang Ruangan dan Penjaga Privasi 

Glass block atau disebut juga dengan blok kaca merupakan material yang terbuat dari kaca tebal, tapi tampilannya tidak tembus pandang sehingga berbeda ketimbang kaca biasa.