Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy\'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3/2018). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, JOGJA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menampik anggapan bahwa dirinya merupakan orang yang melaporkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Wah enggak juga, yang melaporkan itu masyarakat," kata Mahfud MD saat ditemui seusai menghadiri sebuah acara para mahasiswa di Yogyakarta, Rabu (27/3/2019).

Menurut Mahfud, kasus korupsi yang membelit Rommy sapaan Romahurmuziy terlalu kecil bagi dirinya untuk ikut-ikutan melaporkan. "Ngapain melaporkan Rommy, terlalu kecil," kata anggota Dewan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Selain itu, saat ditanya mengenai munculnya anggapan bahwa kasus yang menjerat Rommy memiliki keterkaitan dengan persoalan gagalnya dirinya maju sebagai calon presiden mendampingi Joko Widodo. "Ya yang menganggap begitu itu biasa saja, kan orang menganggap tidak bisa dihalangi. Silakan saja," kata Mahfud.

Pada Senin (25/3/2019) Mahfud MD juga mengunjungi Gedung KPK di Jakarta Selatan. Mengenai agenda kunjungan itu, Mahfud enggan menjelaskan secara mendetail.

"Saya sering ke KPK, tidak ada agenda khusus, agenda biasa saja. Saya sering berdiskusi dengan pimpinan KPK," kata Mahfud.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka kasus suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. Diduga Romahurmuziy menerima dana sekitar Rp300 juta, untuk membantu meloloskan seleksi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten