Gibran Rakabuming Raka memakai baju dengan logo PDIP saat akan mendaftar sebagai calon wali kota Solo di Kantor DPD PDIP Jateng di Kota Semarang, Kamis (12/12/2019) siang. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Gibran Rakabuming Raka membantah keiikutsertaannya dalam kontestasi Pilkada 2020 disebut sebagai bentuk dinasti politik. Selama ini ada beberapa pihak yang menyebut Gibran aji mumpung lantaran sang ayah menjabat sebagai kepala negara.

Gibran Rakabuming Raka menegaskan majunya dia sebagai bakal calon wali (cawali) kota Solo melalui proses demokrasi bertahap dan berjenjang. Sebagai bakal cawali Solo dirinya bisa mendapatkan rekomendasi atau pun tidak, serta bisa dipilih atau tidak oleh warga.

“Kalau masih ada yang menanyakan, kalau ada yang berprasangka buruk, Gibran anake presiden mesti dinasti poltik. Tolong ditanyakan dinastinya di mana. Wong saya ikut kontestasi bisa menang bisa kalah, bisa dicoblos bisa tidak,” katanya kepada Solopos.com seusai bertemu dengan warga di Lapangan Ngaglik, Mojosongo, Solo, Minggu (5/1/2020).

Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah menyiapkan sederet program unggulan pembangunan Solo ke depan yang ditargetkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Saat ini program unggulan itu sedang disiapkan untuk dipaparkan kepada warga.

“Nanti akan saya paparkan progam unggulan saya, visualnya ada. Silakan nanti dinilai, silakan dibantu juga untuk menyebarkan kepada masyarakat. Mohon doa restu dan dukungan seluruh warga Mojosongo dan Kota Solo,” seru dia.

Diberitakan sebelumnya, putra sulung Presiden Joko Widodo ini mengklaim elektabilitasnya naik. Hal ini sesuai dengan survei internal yang dilakukan timnya.

“Elektabilitas saya sudah cukup naik. Tapi bukan berarti kita tidak perlu kerja keras. Justru ini saatnya kita gaspol,” sambung dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten