Bansos Covid-19 dan Diskon Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2020, Tapi…
Ilustrasi sembako. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, JAKARTA – Penyaluran bantuan sosial atau bansos Covid-19 dan diskon listrik diperpanjang sampai akhir 2020. Meski demikian bansos sembako di Jabodetabek, bansos tunai non-Jabodetabek, dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa nilai manfaatnya bakal mengalami penurunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai manfaat bansos Covid-19 turun dari yang sebelumnya Rp600.000 menjadi Rp300.000

“Untuk bansos Jabodetabek [paket sembako] sekarang sampai Desember, namun mulai Juli hingga Desember, manfaatnya turun dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan,” kata Menkeu seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Rabu (3/6/2020).

Misteri Hilangnya Satpam Cantik di Sragen, Motor dan Sepatu Jadi Petunjuk

Dia menuyatakan untuk bansos Covid-19 non-Jabodetabek juga mengalami perpanjangan periode hingga Desember 2020. Nilai bansos untuk periode Juli-Desember 2020 juga akan dipangkas menjadi Rp300.000 per bulan.

"Presiden juga memutuskan penyaluran bansos ini akan dilakukan secara tunai non-cash. Akan dilakukan transfer ke nama dan akun mereka sesuai dengan data Kemensos atau kerja sama dengan Pemda," jelasnya.

Selain Jabodetabek Cuma Sampai September 2020

Selanjutnya, BLT Dana Desa juga akan diperpanjang. Namun, tidak seperti bansos Covid-19 do Jabodetabek dan non-Jabeodetabek. Bantuan pemerintah terkait Covid-19 ini hanya akan diperpanjang hingga September 2020. Nilai manfaat BLT Dana Desa juga turun menjadi Rp300.000 per bulan untuk periode Juli hingga berakhir.

Blokir Internet di Papua, Presiden Jokowi dan Menkominfo Dinyatakan Bersalah

Total alokasi bansos tunai untuk warga non-Jabodetabek sebesar Rp32,4 triliun. Sementara itu, anggaran untuk bansos warga Jabodetabek sebesar Rp6,8 triliun dan BLT Dana Desa akan menyerap belanja negara sebesar Rp31,8 triliun.

Adapun, pemerintah mencatat penerima bansos Covid-19 terbanyak merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang bekerja sebagai petani, peternak, dan pekebun. Adapun jumlahnya 18,4 juta orang.

Misteri Hilangnya Satpam Cantik di Sragen, Motor dan Sepatu Jadi Petunjuk

“Kemudian pedagang dan pekerja sektor swasta 4,2 juta, pekerja bangunan 3,4 juta, pekerja pabrik sektar 3,3 juta, supir dan pekerja sektor komunikasi 1,3 juta, nelayan hampir 900.000, dan sektor lainnya,” jelas Menkeu.

Menkeu menyatakan perpanjangan penyaluran bansos dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menahan daya beli agar tidak menurun akibat Covid-19. Serta menjaga kemungkinan merosotnya kegiatan ekonomi di level masyarakat akar rumput.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho